Binda Jateng Gelar Vaksinasi Massal di 2 Lokasi di Kudus

oleh -559 kali dibaca
Binda Jateng terus menggiatkan vaksinasi covid ke warga, termasuk menyasar anak usia 6-11 tahun di dua lokasi di Kudus.

Kudus, isknews.com – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan vaksinasi massal di Jateng, salah satunya adalah Kudus. Di Kudus, ada dua lokasi yakni di Desa Margorejo dan Desa Piji Kecamatan Dawe, Selasa (25/01/2022).

Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak / pelajar yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM untuk dipergunakan bagi anak / pelajar usia 6 – 11 tahun, sementara untuk masyarakat secara door to door serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan.

Kepala Desa Margorejo, Sumirkan mengatakan bahwa hal itu sangat membantu dan mempermudah warga untuk vaksinasi yakni di balai desa. Sementara untuk kuota ada sekitar 1000 dosis satu dan dua, dengan sasaran warga termasuk anak-anak dan lansia.

Total warga Margorejo sendiri, lanjut Sumirkan, ada 11 ribuan orang, informasi terakhir kurang lebih ada 60 persen capaiannya. “Kita terus woro-woro, melalui perangkat desa, pak RT, pak RW melalui group whats app, Selain itu jika ada lansia yang membutuhkan antar jemput, kita fasilitasi,” paparnya kepada wartawan di sela-sela jalannya vaksinasi.

Di Jateng, Binda menggelar vaksinasi massal anak usia 6-11 tahun serta vaksinasi rumah ke rumah. Ada 11 kabupaten yang digelar vaksinasi. Yakni Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Grobogan, Kendal, Brebes, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Wonosobo dan Kabupaten Tegal. “Secara total ada 15 ribu dosis vaksin yang didistribusikan,” jelas Kepala Binda Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto pada Selasa (25/1/2022).

Menurutnya, Binda Jateng mendirikan sebanyak 14 sentra vaksinasi di 11 kabupaten tersebut. Adapun wilayah dengan pelaksanaan vaksinasi masyarakat door to door diselenggarakan di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Wonosobo, sementara untuk vaksinasi masyarakat dengan vaksinasi anak pelajar diselenggarakan di Kudus dan Banyumas.

Khusus untuk pelaksanaan vaksinasi anak pelajar, pihaknya menyelenggarakan vaksinasi di Jepara, Pati, Brebes, Purbalingga, Banjarnegara dan Kabupaten Tegal.

“Sementara itu, untuk vaksinasi booster pada kesempatan ini kami laksanakan di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Banyumas dengan target masing-masing di Kendal sebanyak 850 peserta. Di Banyumas ditargetkan sebanyak 200 peserta,” tambahnya.

Vaksinasi terhadap anak dilakukan atas instruksi presiden, agar anak juga diberikan vaksin. Hal ini karena anak juga rentan tertular virus covid-19 dan dalam rangka mencegah sekolah menjadi cluster penyebaran covid serta mendukung terlaksananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Binda Jateng pada hari ini, Selasa (25/1/2022) juga menyelenggarakan serentak vaksinasi booster di wilayah Kabupaten Kendal dan Kabupaten Banyumas.

Diketahui, Vaksinasi booster merupakan amanat presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo untuk melaksanakan vaksinasi booster dengan harapan masyarakat tahan dengan ancaman mutasi covid-19.

Adapun target vaksin booster adalah masyarakat minimal berumur 18 tahun serta minimal telah mendapatkan vaksin lengkap enam bulan sebelumnya. Perlu diketahui juga, bahwa vaksinasi booster diberikan gratis alias tidak dipungut biaya kepada masyarakat. Kepada masyarakat yang telah memenuhi kriteria diatas, dapat mencari informasi ke faskes terdekat untuk mendapatkan vaksin booster.

Percepatan vaksinasi yang dilakukan binda jateng merupakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya menghadapi varian baru masuk ke wilayah. Disamping itu juga mendukung terciptanya kekebalan kelompok / herd immunity sehingga masyarakat tahan terhadap virus covid 19 yang terus bermutasi.

Dalam kegiatan ini, petugas binda jateng tetap memberikan edukasi protocol kesehatan kepada anak / pelajar dan masyarakat yang telah divaksin, yaitu diminta tetap menggunakan masker setiap melakukan aktivitas, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami berharap tidak terjadi lonjakan covid terutama pasca masuknya varian baru di Indonesia. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :