Binda Jateng Vaksinasi Massal di 13 Wilayah, Target 28 ribu Dosis

oleh -497 kali dibaca
Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, Selasa (8/02/2022) menggelar vaksinasi di 13 wilayah di Jateng, salah satunya di MI NU Mafatikhul Ulum Tanjung Rejo Jekulo Kudus.

Jateng, isknews.com – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, Selasa (8/02/2022),  terus lakukan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat di 13 (tiga belas) wilayah Kabupaten / Kota di Prov Jateng dengan target peserta vaksin dalam kesempatan ini sebanyak 28.000 dosis.

“Adapun lokasi vaksinasi meliputi, Kab Wonogiri, Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Pekalongan, Brebes”. Ujar Kepala BIN Daerah (Binda) Jawa Tengah Brigjen TNI Sondi Siswanto

Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak / pelajar yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM untuk dipergunakan bagi anak / pelajar usia 6 – 11 tahun, sementara untuk masyarakat secara door to door (DTD) serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan. 

Binda jateng dalam kesempatan ini, mendirikan 14 sentra vaksinasi di kabupaten/kota. Adapun wilayah dengan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun meliputi, Kab Wonogiri, Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banyumas, Temanggung, Magelang dengan target 9.100 dosis. 

Lalu Vaksinasi Booster di Kab Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, Magelang,dan Pekalongan dengan target 7.500 orang tervaksinasi. Selain itu, untuk DTD ada di Kab Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Magelang, Pekalongan, dan Brebes dengan target 11.400 dosis vasin tersalurkan. 

Selain itu, Brigjen TNI Sondi Siswanto juga mengatakan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada menjalankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, terutama pada daerah-daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Kalau kasus naik di kota kita, kurangi mobilitas,dan usahakan untuk tetap stay di rumah saja.

Melihat kondisi itu, Pemerintah juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, disamping tetap membatasi aktivitas di luar rumah. Ini semua sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19.

Sedangkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 cenderung lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa hal ini membuktikan bahwa pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun aman dan sifatnya cenderung ringan serta mudah diatasi.

Sementara Kepala MI NU Mafatikhul Ulum Tanjung Rejo Jekulo Kudus, Mokh Khadiq mengatakan sangat berterima kasih kepada Binda Jateng yang telah memfasilitasi vaksinasi.

“Tanggapannya ya sangat terima kasih kepada Binda Jateng, karena sudah difasilitasi penuh,” kata Khadiq kepada isknews.com di sela-sela vaksinasi.

Untuk jumlah total siswa yang divaksin, lanjutnya, ada 134 siswa, 110 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain siswa, para guru juga mendapatkan vaksin yang ketiga, atau booster.

“Jadi, sudah ada 90 persen anak kami yan telah divaksin. yang belum karena sakit dan lain hal ada 20 anak, sedangkan yang sudah divaksin ada 114 anak,” paparnya.

Khadiq mengharapkan dengan adanya vaksinasi kali ini, bisa memberikan meningkatkan kekebalan imunitas utamanya dari serangan virus, “Semoga dengan ikhtiyar vaksin bisa membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) utamanya di sekolah supaya pembelajaran bisa berjalan normal kembali,” harapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :