BLDF Salurkan 11.603 Bibit Pohon dari Program Stride for Nature di UTMM 2026

oleh -75 Dilihat
Penyerahan simbolis dukungan penghijauan melalui program Stride for Nature oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dalam ajang UTMM 2026 di kawasan Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 11.603 bibit pohon disalurkan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui program Stride for Nature dalam ajang Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026).

Program tersebut mengonversi jarak yang ditempuh para peserta UTMM menjadi aksi penghijauan. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong penyelenggaraan sport tourism yang tidak hanya memperkenalkan keindahan alam Kudus, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

UTMM 2026 diikuti sebanyak 570 peserta dari berbagai daerah. Mereka mengikuti empat kategori lomba, yakni 7K, 15K, 30K, dan 50K dengan rute yang membawa pelari menyusuri kawasan lereng Gunung Muria.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan UTMM 2026. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan sektor swasta dapat memperkuat potensi wisata olahraga di Kabupaten Kudus.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UTMM 2026. Semoga kegiatan ini dapat mengangkat destinasi Kudus. Kami juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation,” ujar Endhah.

Ia menilai konsep sport tourism yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan potensi alam sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain program penghijauan, BLDF melalui Kudus ASIK (Apik Resik) juga terlibat dalam pengelolaan sampah selama pelaksanaan UTMM 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan kawasan yang menjadi lokasi aktivitas para peserta dan pengunjung.

Dandy Mahendra, Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, mengatakan perhatian terhadap lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, pelestarian kawasan Muria tidak cukup hanya melalui penanaman pohon, tetapi juga perlu dibarengi dengan pengelolaan sampah.

“Bagi BLDF, pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara holistik dan menyeluruh, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah. Kawasan Muria merupakan habitat berbagai flora dan fauna, termasuk macan tutul Jawa dan elang Jawa,” kata Dandy.

Ia menjelaskan, dukungan BLDF terhadap UTMM diwujudkan dengan menggabungkan kegiatan penghijauan melalui Stride for Nature dan pengelolaan sampah melalui program Kudus ASIK. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konsep wisata olahraga yang tetap memperhatikan kelestarian ekosistem.

Dalam pelaksanaannya, sampah yang terkumpul selama kegiatan UTMM akan dijemput dan dipilah sesuai jenisnya. Material yang masih memiliki nilai guna selanjutnya diarahkan untuk dimanfaatkan kembali sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat ditekan.

BLDF juga menyediakan stan interaktif yang mengajak peserta dan pengunjung untuk lebih aktif menjaga kebersihan. Sampah yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan cendera mata sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi mengenai pentingnya memilah sampah.

Salah seorang peserta UTMM 2026 asal Tegal, Abdul Basyir (33), mengaku mengapresiasi konsep yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas pemilahan sampah membuat peserta lebih mudah menjaga kebersihan selama mengikuti lomba.

“Penyelenggaraan kegiatan dikemas sangat kreatif dan sebagai pelari, di beberapa titik saya juga merasa dimudahkan oleh ketersediaan tempat pilah sampah yang difasilitasi BLDF. Menariknya lagi, setelah lari, tidak hanya kami pelari, pengunjung lainnya pun juga bisa menukarkan sampah menjadi merchandise yang menarik di booth interaktif program Kudus ASIK,” ujarnya.

Program Kudus ASIK sendiri menjadi salah satu inisiatif BLDF dalam mendukung target Zero Waste Zero Emission (ZWZE) 2040 yang sejalan dengan arah pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Kudus.

Sejak 2022, BLDF telah mengembangkan pengelolaan sampah organik melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari rumah makan, fasilitas pelayanan umum, perusahaan, hotel, pasar hingga masyarakat.

Sampah organik yang terkumpul kemudian diproses di pusat pengomposan berkapasitas 100 ton yang berada di fasilitas Pusat Pengolahan Organik (PPO) dan Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Djarum Foundation di Kabupaten Kudus.

Saat ini, jaringan pengumpulan sampah organik tersebut telah menjangkau 712 titik di Kabupaten Kudus. Total sampah organik yang berhasil dikumpulkan hingga kini tercatat mencapai 60.499 ton. (AS/YM)