BMKG Prediksi Musim Hujan Tahun ini Datang Lebih Awal

oleh -1.348 kali dibaca
Foto: BMKG

Isknews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan penting terkait prediksi musim hujan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan pihaknya memprediksi musim hujan pada tahun ini akan datang lebih awal dari biasanya.

Selain itu, Dwikorita juga menyebut adanya prediksi bahwa sejumlah wilayah akan mengalami musim hujan yang lebih besar dari biasanya.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk senantiasa waspada.

“BMKG mengimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari dan mengurangi risiko bencana,” ujarnya, dalam konferensi pers ‘Prakiraan Musim Hujan 2021/2022’ yang digelar BMKG daring, Kamis (26/8/2021).

“Puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022,” imbuhnya.

Adapun sejumlah wilayah tersebut yakni meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian selatan, Jawa, serta Bali-Nusa Tenggara.

Kemudian Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian barat hingga selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

Lebih lanjut, Dwikorita menuturkan wilayah-wilayah rawan banjir, tanah longsong, dan tanah bergerak seiring dengan intensitas curah hujan yang akan terus semakin tinggi perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, dari toal 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, 14,6 persen di antaranya yakni Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan, diprediksi mengawali musim hujan pada September 2021.

Sementara 39,1 persen meliputi wilayah Sumatera bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali, pada Oktober 2021.

Lalu 28,7 persen lainnya pada November 2021 yakni wilayah sebagian Lampung, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, serta Sulawesi.

Di sisi lain, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan mengungkapkan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) kini dalam keadaan netral.

Dodo menjelaskan, keduanya merupakan faktor iklim penting yang mempengaruhi variabilitas curah hujan terutama pada skala waktu inter-annual.

Namun berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi internasional lain, ENSO Netral berpeluang menjadi La Nina pada akhir 2021.

Sedangkan IOD Netral juga diprediksi bisa bertahan setidaknya sampai Januari 2022.

Dodo lantas meminta masyarakat untuk waspada terhadap kejadian ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, dan angin puting beliung saat masa peralihan.

Tak hanya itu, Dodo juga menyebut cuaca tidak menentu dapat membuat imunitas melemah sehingga manusia rentan terpapar penyakit. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :