Boyongan Pedagang Pasar Piji Menunggu “Nogo Dino”

oleh
Foto: Sejumlah pedagang Pasar Piji, mulai membuat tempat pendasaran atau grobog, di lantai dua bangunan pasar lama. (Foto : Darnanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagai tindak lanjut pengundian para pedagang Pasar Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Dinas Perdagarangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, meminta agar para pedagang tersebut pindah dari tempat relokasi, ke pasar lama yang kini sudah selesai dibangun, terhitung mulai awal Maret 2018 ini.

Para pedagang yang jumlahnya mencapai ribuan itu, tidak menolak bahkan merasa senang untuk segera pindah ke pasar lama tersebut. Namun untuk pelaksanaan boyongan , mereka menunggu hari baik sesuai pasaran tanggal dan bulan penanggalan Jawa, atau dalam kepercayaaan disebut :”Nogo Dino”.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar, Andi Imam Santosa, yang dihubungi isknews.com, Senin (05-03-2018), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu.

TRENDING :  Jelang Lebaran Jasa Penukaran Uang Jalanan di Kudus Mulai Ramai
Foto:Pasar Piji, di Kecamatan Dawe yang siap ditempati. (Foto : Darnanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Menurut dia, adanya permintaan tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan para pedagang, kapan kepastiannya mereka akan pindah secara bersama-sama ke pasar. Pihaknya bisa memaklumi dan menghargai adanya kepercyaan yang masih melekat di kalangan masyarakat Jawa.

Tanggal dan hari baik itu sangat penting, karena tempat berjualan itu akan digunakan untuk berdagang selamanya. “Harapannya. Boyongan pada hari yang baik itu, pedagang dapat berjualan dengan lancar, nyaman dan aman, serta dimudahkan dalam mencari rejeki.”

Sementara ini, sebagian besar dari pedagang tersebut sudah ada yang membuat tempat pendasaran, atau grobog , di lantai dua bangunan Pasar Piji yang difungsikan untuk berjualan, sedangkan lantai satu digunkan untuk parkir kendaraan roda empat dan roda dua.

TRENDING :  Kebakaran Lahan Tebu di Honggosoco Kudus Tewaskan Buruh Tani, Begini Kronologinya

Pasar Piji, di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, dibongkar total dan sebagai gantinya didirikan bangunan baru dengan anggaran Rp 33 miliar. Bangunan pasar yang kalau dihitung usianya, sudah lebih dari 15 tahun dan selama itu , atau sejak dibangun pada 1997, hingga baru pada 2017 lalu, direnovasi total.

Setiap harinya, pasar terbesar di Kecamatan Dawe itu, dikunjungi ribuan orang, tidak hanya dari Desa Piji, tetapi juga dari hampir semua desa yang ada di wilayah kecamatan tersebut.

Sebagai pasar tradisional, barang dagangan yang utama yang dijual di Pasar Piji itu, adalah hasil bumi, yang sebagian besar kondisinya masih segar, karena baru dipetik atau dipanen langsung dari kebun. Selain itu, Pasar Piji juga dikenal sebagai satu-satunya pasar di Kudus, yang menjual selendang pakaian adat Kudus, sekarang sudah tidak ada. Memang ada penjual pakaian, tetapi hanya konfeksi.

TRENDING :  PKL di Klaten Semrawut

Pasar yang berdiri di atas tanah seluas 13.500 meter persegi itu, berdasarkan data yang ada di pihaknya, dihuni pedagang yang jumlahnya mencapai sekitar 1000 orang. “Sebagian besar berjualan atau menempati los yang jumlahnya 20 unit, sebagian lagi membuka usaha di kios yang jumlahnya 165 unit, dengan ukuran 3×4 meter,” pungkas Andi (DM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :