BPBD Kabupaten Kudus Dalam Pameran Pengurangan Resiko Bencana 2015

oleh -188 Dilihat

12168061_964070646998705_1951740515_nSurakarta, isknews.com – BPBD Kabupaten Kudus turut serta dalam rangkaian kegiatan Peringatan Pengurangan Resiko Bencana yang diselenggarakan di Kota Surakarta. Rangkaian kegiatan yang diikuti diantaranya pelatihan klaster, lomba pendirian tenda, jambore, dan pameran yang diselenggarakan di Benteng Vastenburg.
Dalam pameran yang resmi dibuka kemarin (16/10), BPBD Kabupaten Kudus memamerkan damkar mini dan dapur umum portable. Mengapa dapur umum portable dan damkar mini dipilih untuk dipamerkan? Alasannya karena damkar mini merupakan alat penanganan pertama sebelum damkar besar yang diturunkan kemasyarakat saat terjadi kebakaran. Dan dapur umum portable merupakan peralatan penting ketika terjadi bencana, di tempat pengungsian pasti membutuhkan dapur untuk memasak makanan untuk pengungsi.
Peralatan yang mudah digunakan, mudah dalam pemakaian dan perawatannya akan berguna dan membantu masyarakat ketika dalam kondisi yang tidak diinginkan. Peralatan ini dimodifikasi, diperkenalkan dan dipakai masyarakat dengan arahan dari BPBD.
“Kegiatan yang dilakukan oleh BPBD tidak hanya meenanggulangi akibat bencana yang telah terjadi yaitu berupa rekonstruksi pemulihan namun juga kegiatan sebelum terjadinya bencana seperti sosialisasi kepada masyarakat agar dapat meminimalisir terjadinya bencana seperti kebakaran, banjir dan kekeringan seperti saat ini” ujar Bergas selaku Kepala BPBD Kabupaten Kudus .
Tindakan meminimalisisr terjadinya bencana juga perlu dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana yang akan menimbulkan kerugian besar, tidak hanya materi namun nyawa pun bisa melayang ketika bencana terjadi.
“Harapan kami dengan diadakannya pameran seperti ini yaitu agar masyarakat lebih mengenal cara – cara pencegahan, pengurangan serta penanggulangan bencana. Contohnya musim kemarau ini, kebakaran banyak terjadi di Kabupaten Kudus, tindakan kami hanya membantu prosesi pemadaman namun kerugian dan nyawa yang sudah melayang kami tentu tidak dapat membantu, maka dari itu kami ingin masyarakat untuk lebih mengetahui bagaimana cara pencegahan dan pengurangan resiko bencana tersebut”, ujarnya.

Az

KOMENTAR SEDULUR ISK :