BPOM Bolehkan Sinovac untuk Anak usia 6-11 Tahun, Pemkab Kudus Fokuskan untuk Dosis Kedua

oleh -924 kali dibaca
Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi, Kepala SMPN 1 Jati Kudus, Ahsan Noor dan Camat Jati Andreas Wahyu saat melihat jalannnya proses vaksinasi di SMP 1 Jati Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan penggunaan vaksin jenis Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mempunyai pilihan sendiri mengenai penggunaan Sinovac tersebut.

Pemkab Kudus memutuskan untuk menggunakan vaksin jenis Sinovac untuk menggenjot penyuntikan dosis kedua. Meskipun izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Sinovac pada anak 6-11 tahun telah dikeluarkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, penggunaan vaksin Sinovac untuk penyuntikan dosis dua lebih realistis dari pada untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Terlebih, belum ada instruksi resmi terkait hal tersebut.

Badai, juga menyinggung kabar jika vaksin yang minim kejadian pasca imunisasi (KIPI) tersebut telah mencapai batas kontrak produksinya.

“Sehingga last order, kami takut nanti kalau disuntikkan di dosis pertama, dosis duanya malah terbengkalai,” kata Badai, Selasa (2/11/2021).

Untuk vaksin anak sendiri, Badai mengatakan pemkab akan mendapat jatah vaksin jenis Johnson & Johnson. Namun memang sampai saat ini masih belum ada kabar resminya.

Pemkab Kudus sendiri, lanjut Badai mendapat alokasi vaksin jenis Pfizer sebanyak 40 ribu dosis per Kamis pekan lalu. Rencananya, semua dosis tersebut akan disuntikkan ke kategori lansia. “Kami akan mencoba mencapai target vaksinasi lansia dalam bulan ini, sehingga Kudus bisa turun level,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kudus masih bertahan di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bupati Kudus HM Hartopo menginstruksikan semua camat untuk menggenjot vaksinasi di wilayahnya, terutama pada kategori lansia.

Hal tersebut dilakukan agar Kabupaten Kudus bisa segera turun level ke PPKM Level 2. “Ada empat kecamatan yang memang masih rendah (vaksinasi, red), ini kami tegaskan untuk terus dipacu vaksinasinya,” kata Hartopo, Selasa (2/11/2021).

Hartopo, juga berharap para keluarga lansia di Kota Kretek untuk melakukan pendampingan kepada para lansia untuk mau divaksinasi Covid-19. Mengingat salah satu kendala yang paling sering terjadi adalah minimnya minat lansia untuk divaksin. Selain itu, kata dia, keluarga juga membiarkan hal tersebut. Dengan alasan lansia yang ada di rumahnya tidak akan pergi ke mana-mana. “Yang seperti ini jangan, harus dimotivasi supaya mau divaksin, keluarga harus selalu mendampingi,” ujar Hartopo. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :