BPS Catat Angka Harapan Warga Capai Tingkat Pendidikan Tinggi Di Kudus Semakin Baik.

oleh -1,202 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Review yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus bulan Juni 2017 tentang Indikator Makro Ekonomi di Kabupaten Kudus mencat berbagai hal seperti yang dilansir dalam laman BPS Kudus mencatat bahwa Kabupaten Kudus mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.

Inflasi yang terjadi di Kudus pada bulan Juni ini lebih rendah dari inflasi yang terjadi Jawa Tengah dan Nasional yang masing-masing terjadi inflasi sebesar 0,61 persen, 0,69 persen. Sedangkan di Semarang terjadi inflasi sebesar 0,37 persen.

Penyebab utama inflasi di Kabupaten Kudus bulan Juni 2017 antara lain akibat kenaikan indeks harga sub kelompok Daging dan hasilnya, Ikan Segar, Ikan Diawetkan, Sayur-sayuran,  bumbu-bumbuan, makanan Jadi, Minuman Tak Beralkohol, Bahan Bakar, Penerangan dan Air, Transpor, Komunikasi dan
Pengiriman dan Sarana & Penunjang Transport.

Sementara itu, beberapa sub kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu sub kelompok Padi-padian, Ibi-ubian dan Hasilnya.

Telur, Susu dan Hasilnya, Buah-buahan dan Biaya Tempat Tinggal. Sedangkan sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan harga/berubah tetapi tidak signifikan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni 2017 di Kudus tercatat sebesar 136,05 naik dari bulan sebelumnya yaitu 135,30 pada bulan Mei 2017. Semua kelompok barang/ jasa mengalami kenaikan indeks harga.

Kelompok Bahan Makanan naik 0,41 persen dengan andil inflasi 0,10 persen, Kelompok Makanan Jadi,  minuman, Rokok dan Tembakau naik 0,91 persen dengan andil inflasi 0,18 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar naik 0,50 persen dengan andil inflasi 0,10 persen, Kelompok Sandang naik 0,53 persen dengan andil inflasi 0,03 persen.

Kelompok Kesehatan naik 0,18 persen dengan andil inflasi 0,01 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan OR naik 0,08 persen dengan andil inflasi 0,01 persen.

Kelompok  Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan naik 0,83 persen dengan andil inflasi 0,13 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit sebagai dasar pengambilan kebijakan terutama yang berkaitan dengan kinerja pembangunan manusia, khususnya kebijakan tentang program kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan melihat perkembangan angka IPM tiap tahun, maka bisa dilihat kemajuan yang di capai suatu daerah dalam pembangunan sumber daya manusianya.Empat komponen Indeks

Pembangunan Manusia di Kabupaten Kudus yaitu angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran riil/kapita/tahun.

Jika dilihat dari angka harapan hidup dalam jangka waktu 3 tahun terakhir meningkat yang berarti bahwa tingkat kesehatan penduduk di Kabupaten Kudus semakin meningkat

Angka harapan lama sekolah di Kabupaten Kudus selama tiga tahun terakhir juga terus mengalami peningkatan yang berarti bahwa harapan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi di Kudus semakin baik.

Rata—rata lama sekolah di Kabupaten Kudus adalah selama 7,85 tahun berarti bahwa rata–
rata penduduk sekolah sampai kelas 2 SLTP.

Sedangkan pengeluaran riil/perkapita/ tahun selama 3 tahun semakin meningkat yaitu dari Rp 10.102.000,- menjadi Rp. 10.348.000,- atau meningkat sebanyak 2,44 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Angka IPM Kabupaten Kudus mengalami peningkatan dari 72,00 pada tahun 2014 meningkat menjadi 72,72 pada tahun 2015 atau naik 1,00 persen, selanjutnya pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi 72,94 atau naik 0,30 persen. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :