BRI Jembatani Peluncuran Qris Guna Memudahkan Transaksi di Wisata Religi Makam Sunan Muria

oleh -666 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bank BRI (Bank Rakyat Indonesia) KC (Kantor Cabang) Kudus menjembatani peluncuran Qris Kawasan Wisata Religi mulai dicanangkan hari ini, Sabtu (22/05).

Dalam era digital seperti saat ini, Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Sementara itu, hadirnya Qris di Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Muria ini ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi saat menaiki ojek wisata dan maupun transaksi jual beli antar pembeli dan pedagang.

Dalam hal ini, Ekwan Darmawan Kepala Bank BRI Kudus memaparkan beberapa alasan dilaunchingnya Qris yang ada di Wisata Religi tersebut,

“Alasan utama memang agar memperketat aturan protokol kesehatan serta dapat mengurangi kontak fisik, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait transaksi non tunai atau memahami pembayaran digital, memberikan manfaat dan pengelolaan modern dalam manajemen keuangan di Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Muria ini agar lebih baik,” paparnya.

Beliau berharap, perkembangan Qris ini akan mejadikan sumber tranksasi lebih mudah dan cepat.

“Pembayaran dengan barcode Qris di klaster Wisata Religi ini menjadi pertama kali di Jawa Tengah, dengan Mungkin butuh waktu 1-2 tahun kedepan untuk menerapkan sistem ini secara akurat, namun suka tidak suka teknologi digital akan berkembang pesat seiring berjalannya waktu,” harap Ekwan.

Adapun Sokhib Selaku Ketua Persatuan Ojek Muria sekaligus Kepala Perdagang Muria menyebut dengan adanya Qris ini merupakan inovasi yang baru, tentunya perlu adaptasi untuk rekan rekan sebagai ojek dan pedagang disana, karena kedepannya pembayaran menggunakan cara elektronik akan ramai digunakan. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :