Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Event besar Kartini Fair dalam rangka memeriahkan hari Kartini tahun ini dikemas berbeda dari event-event yang pernah ada. Dan event ini juga mendatangkan komunitas nginang dari warga desa Ceriwik Lasem, sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal.
Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz,S.Pd.I sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar). Pasalnya Kartini Fair merupakan event yang pertama kalinya terselenggara di Kabupaten Rembang yang seolah-olah seperti menggaungkan semarak Hari Kartini di Rembang.

Hafidz berharap kreatifitas tersebut terus dilakukan dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata. Seperti diketahui pariwisata merupakan salah satu program unggulannya bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto,SE.
Sebagai tempat perjuangan Raden Ayu Kartini, Rembang harus memperlihatkan jejak dan perjuangan RA Kartini agar bisa menginspirasi generasi muda. Momentum ini akan terus dikembangkan untuk mewujudkan visi misi yang ada di RPJMD.
Kepala Dinbudpar, Ir. Dwi Purwanto,MM mengungkapkan event yang digelar sampai tanggal 11 April mendatang memang dikemas berbeda, salah satunya terdapat stand yang dekorasinya seperti pade-pade orang nikahan. Dinbudpar juga mendatangkan komunitas nginang dari warga desa Ceriwik Lasem, sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal.
“Kemudian kita ada stand dari guru-guru seni yang ada di Rembang dengan karya seni lukis tentang obyek-obyek wisata di Rembang. Jadi nanti kita bisa melihat ada lukisan warung kopi, lontong tuyuhan, klenteng, omah londo dan lainnya,”tuturnya.(Hdy)








