Bukan Cuma Skybridge, PT KAI dan Pemkab Kudus Bongkar Rencana Besar di Eks Stasiun Wergu

oleh -404 Dilihat
Pertemuan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Selasa (15/9/2026). (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM — Eks Stasiun Wergu Wetan Kudus kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal keberadaan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), kawasan tersebut turut masuk dalam pembahasan rencana pemanfaatan aset untuk kepentingan masyarakat dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu mengemuka dalam pertemuan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut membahas keberlanjutan pemanfaatan sejumlah aset PT KAI di wilayah Kabupaten Kudus, termasuk masa sewa lahan eks Stasiun Wergu Wetan.

Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, M Arie Fathurrohman mengatakan, pertemuan dengan Pemkab Kudus merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya memperkuat sinergi antara PT KAI dengan pemerintah daerah.

“Ini sebetulnya silaturahmi, bahwa memang ada pembicaraan juga terkait itu, terutama ya KAI tetap berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah terkait dengan aset-aset yang kami miliki untuk kepentingan umum,” ujar Arie.

Menurutnya, kerja sama pemanfaatan aset dengan Pemkab Kudus akan terus diupayakan agar dapat berlangsung dengan baik. Pembicaraan dilakukan untuk mencari pola kerja sama yang tetap dapat mempertahankan sinergi kedua pihak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kontraknya sudah berjalan. Tadi dibicarakan tentang keberlangsungannya, beberapa cara supaya ini tetap bisa dilaksanakan dengan baik sinerginya. Jadi, pembicaraan tadi adalah untuk mempertahankan sinergi,” jelasnya.

Dalam pembahasan tersebut, PT KAI juga menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan aset untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan UMKM di kawasan eks Stasiun Wergu Wetan Kudus.

Masa sewa aset menjadi salah satu poin yang dibicarakan Pemkab Kudus. Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono menyebut durasi sewa perlu mempertimbangkan besarnya investasi yang akan dikeluarkan pihak yang nantinya memanfaatkan aset tersebut.

Menurut Eko, apabila investasi yang dikeluarkan cukup besar, masa sewa lima tahun dinilai kurang memberikan kepastian bagi investor. Karena itu, Pemkab Kudus menawarkan skema masa sewa yang lebih panjang.

“Itu kan nilai investasinya gede, kalau cuma lima tahun kan kasihan investornya. Jadi menawarkan lima sampai 25 tahun, langsung, karena dia kan perusahaan, aturannya bisa,” ungkap Eko.

Selain eks Stasiun Wergu Wetan, pertemuan juga membahas sejumlah aset PT KAI lainnya yang digunakan untuk kepentingan daerah. Termasuk percepatan proses sewa-menyewa yang berkaitan dengan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Salah satu rencana yang ikut dibahas adalah pembangunan skybridge yang akan menghubungkan Gedung Kudus Sehat dengan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Eko memastikan PT KAI telah memberikan persetujuan terhadap pemanfaatan aset untuk pembangunan skybridge tersebut. Namun, proses administrasi belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat penyesuaian konsep dan bentuk bangunan yang akan dituangkan dalam perjanjian.

“Sudah, sudah, sudah ACC, cuma kan masih di konsep draft perjanjiannya,” terang Eko.

Di sisi lain, PT KAI juga tengah menyiapkan rencana layanan konektivitas transportasi antara Kudus dan Semarang. Rencana tersebut menjadi salah satu alternatif konektivitas masyarakat Kudus menuju wilayah Semarang, mengingat jalur rel kereta api di Kudus sudah tidak beroperasi.

Arie mengatakan, KAI berencana menghadirkan layanan shuttle dari eks Stasiun Kudus menuju stasiun di wilayah Semarang. Dengan konsep tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat memperoleh akses transportasi yang lebih mudah sekaligus melakukan pembelian tiket melalui satu pintu di Kudus.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pengurusan perizinan. KAI berharap layanan shuttle tersebut dapat direalisasikan pada tahun depan.

“Ini proses perizinannya sedang diurus, mudah-mudahan di tahun depan ini sudah bisa berjalan,” pungkasnya (YM/YM)