Bulan April 2021, Kudus Alami Deflasi 0,07 Persen

oleh -282 views
Bupati Kudus HM Hartopo bersama Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa

Kudus, isknews.com – Pada bulan April 2021 di Kota Kudus terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,16.

Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa menjelaskan Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,41 persen.

Untuk kelompok kesehatan, kelompok transportasi, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok Pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman  atau restoran tidak mengalami perubahan harga (stabil).

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, lanjut Rahmadi, adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,27 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,13 persen; dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen.

“5 (lima) komoditas penyebab utama inflasi di Kota Kudus pada bulan April 2021 adalah naiknya harga daging ayam ras, jeruk, ayam hidup, besi beton dan emas perhiasan. 5 (lima) komoditas penyebab deflasi adalah turunnya harga beras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tahu mentah,” terangnya, Selasa (4/5/2021).

Tingkat inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun April 2021 adalah sebesar 0,48 persen dan 1,38 persen.

Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dengan indeks harga sebesar 106,05 sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan indeks harga sebesar 106,29.

Dijelaskan Rahmadi, Inflasi di Jawa Tengah terjadi di lima kota inflasi, yaitu Kota Tegal sebesar 0,08 persen; Kota Semarang dan Kota Cilacap masing-masing sebesar 0,05 persen; Kota Purwokerto sebesar 0,04 persen; dan Kota Surakarta sebesar 0,02 persen. Kota Kudus menjadi satu-satunya kota yang mengalami deflasi yaitu sebesar 0,07 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :