Bunga Proliman Barongan

oleh

KUDUS, ISKNEWS.COM – Nyekar atau yang lebih kita kenal dengan istilah tabur bunga adalah kegiatan yang sudah menjadi hal wajib bagi banyak orang di Indonesia ketika berziarah kubur, mereka datang dengan membawa bunga untuk ditaburkan di atas makan seseorang.


Menabur bunga ke makam, jika diruntut-runtut asal-muasalnya ternyata bukan tradisi dalam Islam, melainkan tradisi Jawa, atau daerah lain, yang bersentuhan dengan tradisi umat Hindu.


Didalam agama Islam nyekar adalah kegiatan memanjatkan doa, tidak menggunakan apa-apa. Ritual berdoa dimakam leluhur sambil membakar kemenyan, dupa, dan melakukan sesaji di makam adalah pengaruh Hindu, Budha, Cina, dan kepercayaan lokal.


Ada kebingungan di antara sebagian masyarakat, tentang perlu tidaknya nyekar ke makam. Ada yang bilang jika ingin mendoakan almahrum,sebenarnya kan bisa berdoa dari rumah saja. Damardjati (tokoh filsafat jawa) berpendapat menjalani ritual ke makam atau tidak, membawa bunga tertentu atau tidak, sebenarnya itu bukanlah esensinya. “kalau seseorang tidak bisa memaknai tradisi nyekar,berarti nyekarnya hanyalah ritual saja.

TRENDING :  Bikin Haru, Kapolres Kudus Kayuh Becak Antar Anggotanya Yang Pensiun

Tetapi jika ia bisa mengambil makna dari tradisi itu,ia akan bisa menggapai “keabadian” dalam masa hidup yang begitu pendek didunia” kata Damardjati.

Kawasan penjual bunga Barongan ( Aditama )


Idealnya setelah nyekar seseorang akan berubah mejadi pribadi yang lebih baik, melestarikan nama baik leluhur, itu yang lebih penting daripada menabur bunganya. Minimal kita bisa mengenang sisi baik dari seseorang yang sudah meninggal,dan akan selalu mengingatkan kepada kita bahwa suatu saat juga giliran kita yang akan berbaring disitu.

TRENDING :  Kawal Anggaran Normalisasi Sungai Juwana, DPRD Pati Sambangi Kementrian PUPR


Berbicara soal bunga, di Kudus ada salah satu tempat yang hanya satu-satunya berjualan berbagai macam jenis bunga tepatnya di proliman Desa Barongan. Disini kita bisa menemukan berbagai jenis bunga untuk berbagai keperluan misalnya : nyekar, wiwitan, lahiran, sesajen dll.

Ibu Juhariah ( Aditama )


Asal-usul awal mula di kawasan ini menjadi kawasan penjual bunga berawal dari Mbah Suratmi, yang dulunya pertama kali berjualan di kawasan tersebut,dikarenakan banyaknya masyarakat yang datang ke makam Mbah Barong untuk berziarah,sampai akhirnya masyarakat lainya turut ikut untuk berjualan bunga mengikuti jejak Mbah Suratmi. Hingga sekarang profesi berjualan bunga telah diwarisi oleh cucunya yang bernama Ibu Juhariah hingga sekarang tahun 2019.

TRENDING :  Hujan Peziarah Makam Sunan Kudus Terus Mengalir


Sampai saat ini ada total 10 kios penjual bunga yang berada di proliman Barongan,bahkan ada yang dari daerah bahkan luar kota yang ikut berjualan bunga disitu.Jenis bunga yang dijual biasanya ada Mawar,Kenongo,gading,kantil, sedap malam, cempokodll. Tidak hanya bunga saja yang dijual,melainkan ada juga bedak dingin,sawanan,dupa,kemenyan,telur ayam jawa dll.


Pada hari kamis sejak pagi biasanya kawasan ini sudah dipadati oleh pembeli dari berbagai daerah untuk membeli kebutuhan nyekar di makam. ( * )

KOMENTAR SEDULUR ISK :