Bunyi Sirine Tandai Pembukaan Milklife Soccer Challenge 2023

oleh -813 kali dibaca
Bunyi sirine yang ditekan oleh Budhi Tanoto, selaku panitia pelaksana menandai pembukaan "Milklife Soccer Challenge 2023 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (15/6/2023). Foto : Dok. istimewa

Kudus, isknews.com – Bunyi sirine yang ditekan oleh Budhi Tanoto, selaku panitia pelaksana menandai pembukaan “Milklife Soccer Challenge 2023” besutan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (15/6/2023) pagi.

Sebelumnya para pemain yang berkompetisi di pertandingan perdana (hari ini) juga di ajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menjelaskan, Milklife Soccer Challenge dimulai dengan babak penyisihan pada Rabu (15/6) hingga Sabtu (17/6) dan partai final yang akan diselenggarakan pada Minggu (18/6).

Setiap sekolah mengirimkan timnya untuk bertanding di dua kelompok usia, yakni U-10 (24 tim) dan U-13 (37 tim).

Yoppy menyebut banyak perbedaan kompetisi sepakbola putri tingkat SD kali dibanding dengan kompetisi biasanya,

“Berbeda dengan sepak bola dewasa, sepak bola putri U-10 dan U-13 menggunakan bola ukuran 4 dengan diameter 63,5 hingga 66 cm dan berbobot 0,33-0,36 kg.

Luasan lapangan pun menyusut menjadi 24×40 meter dan gawangnya berukuran 2×5 meter. Sedangkan durasi permainan hanya 2×10 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit.

Jika sepak bola umumnya berkekuatan 11 orang pemain, pada pertandingan sepak bola putri ini, satu tim terdiri dari tujuh orang pemain,” bebernya.

Pada Milklife Soccer Coaching Clinic, lanjut Yoppy, Coach Timo mengajarkan wawasan dasar teknik dan taktik penguasaan bola, pergerakan, juga penempatan posisi pemain. Teknik-teknik dasar ini adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai para siswi sekolah dasar. Kemudian, para guru diminta mempraktekkan contoh program latihan yang tepat bagi pemain usia dini di lapangan rumput sintetis Supersoccer Arena.

Seusai dari pelatihan tersebut, para guru harus menyiapkan tim yang berasal dari anak didiknya guna mengikuti Milklife Soccer Challenge 2023. Hasilnya, sebanyak 62 tim sepak bola putri dari 32 sekolah dasar di Kudus mendaftarkan diri guna mengikuti kejuaraan ini.

lapangan bola di Supersoccer Arena menggunakan rumput sintesis. Suppersoccer Arena juga dilengkapi sarana atletik dan panahan yang utamanya dibangun untuk pelatihan calon atlet dari usia dini.

“Sepak bola putri memiliki peluang untuk terus maju dan berkembang. Oleh karena itu, Milklife Soccer Challenge mengadakan program pembinaan dan pemassalan dari level siswi SD. Pada tahapan awal ini, kami berupaya menarik sebanyak mungkin minat dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola putri. Kami juga ingin mengenalkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang fun sekaligus menyehatkan,” kata Yoppy.

Untuk mempopulerkan sepak bola putri di kalangan siswi SD tersebut, Miiklife Soccer Challenge dijadwalkan akan bergulir sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun. Diharapkan, dengan kegiatan yang rutin tersebut, masyarakat bisa semakin mengenal dan memiliki minat yang tinggi terhadap cabang olahraga ini.

“Agar olahraga ini berkembang, kuncinya adalah konsistensi. Untuk itu, komitmen kami adalah menyelenggarakan kejuaraan seperti ini tiga hingga empat kali dalam satu tahun. Dan kami berharap tidak hanya di Kudus, tapi bisa diselenggarakan di kota lain agar geliat sepak bola putri di berbagai wilayah Indonesia bisa bangkit dan melahirkan atlet-atlet yang mengharumkan nama bangsa di masa mendatang,” terang Yoppy. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :