Bupati Kudus dan Dandim Telusuri Jalur Ekstrem Ternadi –Rahtawu, Bakal Dibuka Lewat Program Bakti TNI

oleh -253 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran TNI, Polres, OPD, dan relawan saat menelusuri akses dari Ternadi menuju Soco hingga Rahtawu, Jumat (16/5/2025).(Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dengan berjalan kaki melintasi jalur yang terjal dan ekstrem, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran TNI, Polres, OPD, dan relawan menelusuri jalan sepanjang sekitar 11 kilometer akses dari Ternadi menuju Soco hingga Rahtawu, Jumat (16/5/2025).

Peninjauan ini menjadi langkah awal dalam rangka mewujudkan ide Sam’ani bagi pembukaan jalur alternatif yang menembus kedua desa di dua Kecamatan berbeda yang akan ia upayakan ditingkatkan melalui program Bakti TNI secara bertahap.

Jalur tersebut dinilai strategis sebagai akses pendukung dari kawasan atas menuju wilayah tengah. Terutama jika jalan utama Menawan–Rahtawu mengalami longsor, jalur ini bisa difungsikan sebagai jalur evakuasi dan mobilitas darurat.

“Jalan ini sangat penting. Bisa menjadi akses alternatif ketika jalur utama longsor. Kita juga harapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, bahkan keamanan dan ketertiban wilayah,” ujar Bupati Sam’ani Intakoris.

Penelusuran dilakukan menyusuri jalan tanah sempit yang sebagian besar masih setapak dan mengalami kerusakan berat.

Jalur tersebut, meski awalnya diperkirakan hanya sekitar 5 kilometer, ternyata memakan waktu dua jam perjalanan karena kontur tanah yang naik turun dan medan yang menantang.

“Estimasi panjangnya sekitar 11 kilometer. Kita akan mulai buka jalan dulu, bertahap lewat program Bakti TNI. Target kita tiga tahun ke depan sudah bisa tersambung dengan baik,” jelas Sam’ani.

Tahun ini, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp500 juta dari perubahan APBD. Pengerjaan pembukaan jalan direncanakan menggunakan alat berat milik Dinas PUPR maupun JDM.

“Anggaran awal kita siapkan Rp500 juta. Kita bisa pakai alat PU atau JDM untuk pembukaan awal,” lanjutnya.

Sam’ani menyebutkan bahwa pekerjaan ini akan dilaksanakan bertahap, mengikuti ritme kegiatan Bakti TNI yang biasanya bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun. Dinas PUPR akan melakukan perhitungan teknis menyeluruh terhadap jalur tersebut.

“Pelaksanaannya bertahap. Kita harapkan dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya membuka jalan, tapi membuka masa depan masyarakat di kawasan ini,” tegasnya.

Pemerintah desa dan masyarakat yang lahannya dilintasi jalur ini juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek tersebut.

“Pak Kades dan warga sudah siap, bahkan merelakan tanahnya untuk dipakai jalan. Ini bentuk gotong royong yang luar biasa,” kata Sam’ani.

Ia juga menekankan bahwa proyek ini akan membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Nilai tanah yang sebelumnya rendah, diyakini akan meningkat signifikan setelah akses jalan terbuka.

“Sekarang mungkin nilainya Rp100 ribu per meter, tapi setelah dibuka dan layak, bisa naik lima kali lipat. Ini bukan hanya infrastruktur, tapi investasi sosial,” ujarnya.

Estimasi kebutuhan anggaran total untuk pembukaan jalur ini berkisar antara Rp9 miliar hingga Rp12 miliar, tergantung panjang dan tingkat kesulitan medan.

Sam’ani menegaskan, pemerintah akan terus berupaya mencari solusi anggaran agar proyek ini berjalan lancar.

“Intinya kami komitmen, ini akan kita tuntaskan bersama-sama. Kita rintis, dan kita nikmati hasilnya bersama-sama juga,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo menyampaikan akan mendampingi program Pemkab Kudus bersama TNI dalam pembangunan jalan alternatif Ternadi-Rahtawu.

Setelah tahap pertama selesai dikerjakan, Dinas PUPR akan melakukan kajian lebih lanjut dan menyelesaikannya sesuai petunjuk Bupati. Ketika jalur sepanjang 11 kilometer terealisasi, bisa menambah jalur pariwisata di lereng pegunungan tersebut.

“Kalau bisa terhubung (Ternadi-Rahtawu) bisa untuk jalur pariwisata. Sementara ini hanya jalan Menawan-Rahtawu (jalur priwisata), nnati bisa Ternadi-Rahtawu dan Soco-Rahtawu,” terangnya.

Targetnya, pembangunan jalur alternatif nantinya bisa digunakan warga untuk membawa hasil panen. Setidaknya, motor bisa simpangan ketika melewati jalur tersebut.

Disinggung mengenai pembebasan lahan, Harry akan melakukan kajian lebih lanjut. Namun dari informasi yang diterimanya dari Perhutani, 60 persen lokasi yang akan digunakan sebagai jalan alternatif merupakan milik Perhutani.

“Kami akan lakukan peninjaun lebih lanjut, apalagi ini melewati tiga desa yaitu Desa Ternadi dan Soco di Kecamatan Dawe serta Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :