Bupati Kudus Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Pertukaran 290 Murid dan 62 Guru

oleh -783 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyematkan tanda peserta kepada perwakilan murid dalam pelepasan Program Pertukaran Murid dan Guru Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Jati, Senin (20/7/2026). (Foto: Diskominfo)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui Program Pertukaran Murid dan Guru Tahun 2026. Sebanyak 290 murid SD dan SMP serta 62 guru dari sekolah negeri maupun swasta dilepas untuk mengikuti program yang akan berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026.

Pelepasan peserta dilaksanakan di SMP Negeri 2 Jati, Senin (20/7/2026). Program yang merupakan inisiatif Bupati Kudus tersebut dirancang untuk memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh sekolah di Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pertukaran murid dan guru menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarsekolah. Menurutnya, setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa adanya stigma sekolah favorit maupun nonfavorit.

“Kita ingin melihat ekosistem pendidikan secara menyeluruh, sehingga kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dengan sekolah lainnya semakin berkurang. Semua sekolah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Sam’ani.

Ia menjelaskan, para murid akan belajar di lingkungan sekolah yang berbeda sehingga memperoleh pengalaman baru dalam beradaptasi dengan teman, guru, serta budaya belajar yang lain. Sementara itu, para guru diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, metode pembelajaran, hingga inovasi yang selama ini diterapkan di sekolah asal.

“Anak-anak akan mendapatkan pengalaman baru, belajar beradaptasi dengan teman dan lingkungan yang berbeda. Sementara guru bisa saling berbagi metode mengajar sehingga kualitas pembelajaran di Kabupaten Kudus terus meningkat,” jelasnya.

Menurut Sam’ani, pelaksanaan program akan dievaluasi setelah selesai agar menjadi bahan penyempurnaan pada pelaksanaan berikutnya. Ia berharap program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program, mulai dari Bank Jateng, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, para kepala sekolah, guru, murid, hingga orang tua.

“Terima kasih kepada Bank Jateng atas dukungannya, Disdikpora Kabupaten Kudus, para kepala sekolah, guru, murid, orang tua, dan semua pihak yang telah berkolaborasi. Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Salah seorang peserta, Nabila Khoirul Iftitah, siswi kelas V SD 1 Mlati Lor yang akan mengikuti pertukaran ke SD 1 Wergu Wetan, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Meski merasa gugup karena akan belajar di sekolah baru, ia mengaku tidak sabar untuk mendapatkan pengalaman dan teman baru.

“Saya senang bisa ikut program ini. Memang sedikit deg-degan karena akan belajar di sekolah baru, tetapi saya juga ingin mendapatkan teman baru dan pengalaman baru,” katanya.

Sementara itu, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Undaan, Dina Wahdaturrahmah, yang akan bertugas mengajar di SMP Negeri 1 Jati, telah menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran untuk dibawa ke sekolah tujuan. Selain materi pelajaran, ia juga berencana membagikan praktik baik terkait program pencegahan perundungan yang selama ini diterapkan di sekolahnya.

“Saya sudah menyiapkan perangkat asesmen pembelajaran. Selain itu, saya juga ingin berbagi praktik baik mengenai anti bullying yang selama ini diterapkan di SMP Negeri 1 Undaan, sehingga dapat menjadi inspirasi di sekolah tujuan,” tuturnya. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.