Bupati Kudus Genjot Pemulihan Rumput Alun-alun Simpang Tujuh agar Bakal Kembali Hijau

oleh -105 Dilihat
(Foto: YM/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menggenjot pemulihan rumput Alun-alun Simpang Tujuh yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan tingginya aktivitas masyarakat selama berbagai agenda, terutama kegiatan UMKM dan event yang digelar bertubi-tubi di kawasan tersebut.

“Setelah digunakan untuk berbagai agenda masyarakat yang bertubi-tubi, terutama kegiatan UMKM dan berbagai event di Alun-alun Simpang Tujuh, tentu kondisi rumput mengalami tekanan dan perlu dilakukan pemulihan. Kami melalui dinas terkait terus melakukan perawatan agar rumput kembali hijau, kawasan tetap terjaga, dan masyarakat tetap nyaman memanfaatkan alun-alun,” ujar Sam’ani Intakoris.

Pemkab Kudus melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) melakukan sejumlah langkah perawatan, mulai dari penyiraman rutin, pemupukan, hingga pemantauan pertumbuhan rumput. Upaya tersebut dilakukan agar ruang terbuka hijau di pusat Kota Kudus itu kembali asri dan nyaman digunakan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas PKPLH Kudus, Mukhlisin, mengatakan penyiraman dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore, sesuai arahan pimpinan daerah.

“Tujuannya untuk mengembalikan kondisi rumput di alun-alun agar kembali hijau. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah penyiraman pada pagi dan sore hari,” kata Mukhlisin, Kamis (15/10/2026).

Untuk menunjang proses pemulihan, Dinas PKPLH mengerahkan sedikitnya tiga mobil tangki air. Upaya tersebut juga mendapat dukungan satu mobil tangki dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus.

Selain penyiraman, petugas melakukan pemupukan menggunakan urea dan kompos organik. Langkah ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan rumput sekaligus memperbaiki kondisi permukaan lapangan yang bergelombang akibat sering terinjak selama aktivitas masyarakat berlangsung.

Mukhlisin mengungkapkan, pemantauan telah dilakukan sejak awal pekan. Hasilnya, sejumlah bagian rumput mulai menunjukkan pertumbuhan tunas baru. Meski demikian, bagian yang mengalami kerusakan lebih parah masih membutuhkan penanganan lanjutan.

“Kalau ada bagian yang sulit tumbuh, akan kami sulami. Namun sekarang kami masih fokus pada penyiraman dan pemupukan sambil memantau perkembangannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Alun-alun Simpang Tujuh memiliki tiga jenis rumput, yakni rumput manila atau lamuran yang paling banyak digunakan karena tahan terhadap injakan, rumput jepang di sisi utara dekat tiang bendera, serta rumput gajah mini di sisi selatan sekitar taman.

Untuk menjaga kondisi rumput, aktivitas di kawasan alun-alun juga diupayakan lebih tertata. Pada pagi hingga siang hari, lapangan diupayakan bebas dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL), sedangkan masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan area tersebut untuk berjemur. Sementara sore hingga malam hari, kawasan itu dapat dimanfaatkan untuk berolahraga, bersantai, dan berekreasi bersama keluarga.

Terkait penataan PKL, Mukhlisin mengatakan pengaturannya menjadi kewenangan dinas yang membidangi. Ia menyebut kawasan Alun-alun Simpang Tujuh selama ini masuk zona merah bagi aktivitas PKL, tetapi belum mengetahui keputusan terbaru mengenai rencana perubahan kebijakan.

Selain pemulihan rumput, Mukhlisin berharap Alun-alun Simpang Tujuh dibenahi agar semakin modern, nyaman, dan inklusif. Pembenahan yang diharapkan meliputi peningkatan pencahayaan, penambahan spot foto, serta penyediaan akses ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk pengguna kursi roda.

“Ada beberapa keluhan dari teman-teman disabilitas. Kalau mereka mau naik ke alun-alun, katanya masih ada kesulitan. Kursi roda belum bisa masuk dan sebagainya,” ujarnya.

Ia juga berharap penyiraman manual yang saat ini dilakukan dapat dikembangkan menjadi sistem irigasi otomatis. Dengan sistem tersebut, pemeliharaan rumput diharapkan lebih efisien sehingga kondisi Alun-alun Simpang Tujuh dapat terjaga dan kembali hijau setelah digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.