Bupati Kudus Percepat Akses Keuangan Daerah,Menggagas Desa Pandai bersama OJK

oleh -973 kali dibaca

KUDUS-Ketua Dewan Audit (Anggota Dewan Komisioner) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Prof. DR. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak. CPA didampingi Prof. M Ihsanuddin Ketua OJK Regional 3 Jateng berkunjung ke Kudus, Kamis (27/10). Disambut Bupati Kudus H. Musthofa, Ilya mengaku bahwa Kudus ini merupakan kabupaten yang layak dikunjungi. Mengapa?

Karena Kudus memiliki literasi/akses keuangan yang baik. Baik itu pengetahuan masyarakat maupun kondisi industri keuangan yang sehat. Sehingga Ilya mengatakan, bahwa Kudus ini layak menjadi kabupaten percontohan. Baik di level provinsi bahkan di level Nasional berkat edukasi yang selama ini dilakukan oleh Bupati Kudus.

”OJK hadir untuk mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan yang ada. Dan di Kudus industri tersebut tumbuh sehat. Maka Kudus layak menjadi kabupaten percontohan,” kata Ilya.

Anggota komisioner OJK ini menambahkan, bahwa industri jasa keuangan yang ada di daerah, diantaranya perbankan, asuransi, pegadaian serta berbagai industri keuangan lainnya, terus didorong agar tumbuh dengan baik. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian daerah agar mandiri. Karena pertumbuhan UMKM.

”Bahkan nantinya di Kudus ini akan ada desa pandai OJK sebagai desa percontohan dari Kudus,” jelasnya.

Kriteria untuk menentukan dilihat dari pengetahuan masyarakat yang baik untuk memanfaatkan jasa keuangan. Dirinya mengatakan dengan kata lain, masyarakat Kudus sudah melek keuangan.

Hal ini dibenarkan oleh Ihsan. Menurut Ihsan, edukasi harus ditanamkan sejak anak-anak. Salah satunya dengan gerakan menabung dan tidak konsumtif. Sehingga ada kebanggaan dengan simpanan pelajar (simpel) untuk melatih mempersiapkan masa depannya.

”Sejak anak-anak harus dibiasakan menabung. Dan bangga dengan simpel yang dimilikinya,” kata Ihsan.

Ihsan menambahkan, bagi para pelaku UMKM, juga ada edukasi mengenai pembukuan yang baik. Termasuk prosedur dan cara meminjam uang ke perbankan termasuk koperasi dan pegadaian. Sehingga mereka bisa mandiri dan tidak membebani pemerintah.

Sementara itu, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan bahwa adanya desa pandai OJK ini merupakan gagasan bagus. Dirinya menyambut baik dalam kerangka besar untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satunya menjadikan masyarakat Kudus minded lembaga keuangan.

”Ini salah satu cara untuk meminimalisir rentenier,” tambah Musthofa.

Indikator keberhasilan pemerintah adalah mampu menyejahterakan masyarakat.

”Ini semua bisa terwujud dengan adanya perencanaan yang baik,” kata Pak Bupati.

Untuk itu, dirinya akan men-declare Tim Percepatan Akses Keuangan Dearah (TPAKD) yang akan segera dikukuhkan pada Jumat (28/10) jam 10.00 WIB di Pendopo Kabupaten Kudus. Yang tugasnya adalah memberikan edukasi untuk masyarakat termasuk para siswa mengenai perencanaan keuangan yang baik.

”Dimulai dengan simpel (simpanan pelajar, red), para siswa bahkan orang tua mampu merencanakan keuangan dengan baik, Insha Allah cita-cita itu bisa terwujud,” harapnya.

Kalau Singapura sudah 80 persen yang melek keuangan, Pak Bupati optimis di Kudus bisa. Meski saat ini di Indonesia baru mencapai 21 persen.(Adv)

KOMENTAR SEDULUR ISK :