Bupati Kudus sebut Aglaonema Tanaman Potensial Bernilai Ekonomi 

oleh -302 kali dibaca
Foto : istimewa

Kudus, isknews.com – Dalam rangka peringatan ke 2 tahun, Komunitas ASA (Asosiasi Aglaonema Nusantara) Lereng Muria mengadakan kontes aglaonema di Waterpark Mulia Wisata Dawe. Kontes tersebut diikuti oleh berbagai peserta dan komunitas aglaonema dari dalam kota hingga penjuru nusantara, Minggu  (6/3/2022).

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Kudus H.M. Hartopo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ketua ASA Pusat, dan Ketua ASA Lereng Muria. 

Bupati Hartopo menyambut baik kegiatan komunitas aglaonema lereng Muria ini. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi media silaturahim bagi para pecinta aglaonema. 
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah dalam berbagi pengalaman maupun pengetahuan terkait tanaman aglaonema hingga dapat berlanjut dengan agenda-agenda berikutnya. Sangat bagus sebagai ajang silaturahim,” ucapnya. 

Dikatakannya, Tanaman aglaonema atau yang sering disebut sebagai sri rejeki merupakan tanaman hias populer yang memiliki penggemar cukup banyak. 
“Tanaman ini banyak penggemarnya, Karena perawatanya cukup mudah, varietasnya banyak, daunya indah, dan terlebih memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya. 

Hartopo pun optimis aglaonema dapat berkembang dan menyebar luas di Kabuparen Kudus. 
“Jika dibudidayakan dengan baik, bukan tak mungkin aglaonema akan menjadi ikon baru dari lereng muria ini,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua ASA Lereng Muria Arif Riyanto menjelaskan ada 5 kelas dalam kontes aglaonema yang diselenggarakan siang ini. 
“Yang dikonteskan ada 5 kelas, yakni kelas rumpun, snow white, rumpun non snow white, jouvenil, dan kochin. Masing-masing memiliki kriteria yang khas tersendiri,” jelasnya. 

Pihaknya mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakanya kontes aglaonema untuk menjalin tali silaturahmi sesama pecinta tanaman hias. 
“Untuk kopdar, jalin silaturahmi yang erat dan saling tukar pengalaman. Kegiatan ini akan terus kami selenggarakan untuk memperkenalkan tanaman ini di Kudus dengan menggandeng pecinta tanaman dari penjuru nusantara,” jelasnya. 

Dilain sisi, Dina Setiawati peserta asal lampung mengatakan bahwa dirinya sebagai salah satu pecinta tanaman hias jenis aglaonema selalu berupaya hadir dalam setiap kontes yang diselenggarakan. 
“Kami selalu berupaya hadir keliling Indonesia setiap kali ada kontes, karena sebagai ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan sesama komunitas. Yang mana aglaonema saat ini telah banyak peminatnya,” ungkapnya. 

Pihaknya juga menambahkan, antusiasnya untuk mengikuti kontes aglaonema yang terbesar di Jakarta. 
“Saya juga sangat antusias untuk mengikuti kontes nasional terbesar nanti di bulan Mei (setelah lebaran),” imbuhnya. 
Dirinya menyebut bahwa tanaman hias jenis aglaonema memiliki keunikan tersendiri. 
“Aglaonema ini memiliki keunikan tersendiri, dari warna dan bentuknya memiliki ciri khas tersendiri. Yang kedua memiliki daya tarik bagi pecintanya,” terangnya. 

Menurutnya, Aglaonema memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan terutama bagi penghobi tanaman ini. 
“Dalam segi ekonomi, tanaman ini sangat menjanjikan. Peminatnya bisa menjangkau seluruh kalangan. Untuk menstabilkan harga dan nilai jual, kami selalu adakan kontes agar peminat semakin banyak sehingga meminimalisir jatuhnya nilai jual tanaman ini,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :