Bupati Kudus Tegaskan Komitmen Wujudkan Anak Indonesia Sehat, 21 Dapur Gizi SPPG Sudah Beroperasi

oleh -458 Dilihat
Bupati kudus, Sam'ani Intakoris saat meresmikan dapur SPPG Yayasan Bakti Semesta Utama di Desa Kaliputu, Kec. Kota, Kab. Kudus. Minggu, (19/10/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Samani Intakoris menegaskan komitmennya mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui program dapur gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Generasi emas Indonesia harus dimulai dari anak-anak yang cukup gizi, sehat jasmani dan rohani. Karena itu, program SPPG ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan Pemkab Kudus terhadap visi nasional tersebut,” kata Samani.

Statemen itu disampaikan usai Bupati meresmikan Dapur SPPG Yayasan Bakti Semesta Utama di Gg. 6 Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus, Minggu (19/10/2025).

“Alhamdulillah, syukurillah hari ini kita buka secara resmi SPPG ke 21 di Desa Kaliputu,” ujarnya.

Samani menjelaskan, hingga saat ini di Kabupaten Kudus sudah berdiri 21 dapur SPPG yang beroperasi aktif, sementara 60 lainnya tengah dalam tahap pengerjaan.

“Insya Allah dalam dua minggu ke depan beberapa dapur lagi akan diresmikan. Targetnya, akhir tahun nanti semua dapur rampung,” ungkapnya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya nasional membangun generasi emas tahun 2045.

“Program ini sangat bagus, karena negara hadir kepada rakyatnya untuk memenuhi gizi anak-anak agar tumbuh sehat dan siap menjadi penerus bangsa,” katanya.

Bupati juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.

“Ketika negara hadir mencukupi gizi rakyatnya, itu adalah bentuk nyata kepedulian yang harus terus kita rawat,” tegasnya.

Ia berpesan agar pengelola menjaga kebersihan dan kualitas makanan.

“Kepala SPPG harus selalu berkoordinasi dengan puskesmas terdekat agar jika ada kendala kesehatan bisa cepat ditangani,” ujarnya.

Pemkab Kudus juga telah menyiapkan sistem pengawasan terpadu melalui pemasangan CCTV di setiap dapur.

“Dinas Kesehatan juga sudah melakukan SLHS. CCTV dipasang agar kegiatan bisa dipantau tanpa mengganggu SOP mereka,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kudus, Rochim Sutopo, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan dapur gizi di Kudus.

“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini,” ujarnya.

Rochim menilai, program SPPG menjadi strategi penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat fondasi generasi sehat di daerah.

“Kami ingin membentuk generasi emas tahun 2040. Program ini memang penuh tantangan, tapi dengan dukungan semua pihak, Kudus akan terus maju,” katanya.

Ia menegaskan, SPPG bukan hanya proyek sosial, tetapi gerakan bersama menumbuhkan kesadaran gizi di masyarakat.

“Ketahanan pangan kuat, gizi cukup, generasi sehat, dan Indonesia akan hebat,” ucapnya.

Sementara itu, pengelola SPPG Yayasan Bakti Semesta Utama, Muis Toni, menuturkan, dapur Kaliputu siap melayani ribuan siswa setiap hari.

“Cakupan distribusi program ini mencapai 2.916 siswa dari 16 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Kota Kudus, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh bahan pangan diperoleh dari pasar lokal agar manfaat program terasa langsung bagi masyarakat.

“Setiap hari kami menyiapkan 2.916 porsi makanan bergizi. Semua bahan diambil dari pasar sekitar supaya ekonomi warga juga tumbuh,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :