Bupati Minta RSUD Kudus Pertahankan Kualitas Pelayanan Kesehatan

oleh -53 kali dibaca
Bupati Kudus Hartopo saat meninjau salah stau ruangan di RSUD Kudus, Rabu (30/3/2022).

Kudus, isknews.com – Rumah sakit dengan fasilitas terbaik turut berpengaruh pada kesembuhan pasien. Tak hanya sembuh fisik, ruangan yang nyaman menstimulasi kesembuhan psikis. Oleh karena itu, pemeliharaan fasilitas penting dilakukan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo kala menyerahkan sertifikat sembuh pengobatan TB – MDR di RSUD dr. Loekmono Hadi bersama Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo pada Selasa (30/3/2022). Bupati meminta pihak rumah sakit lebih perhatian terhadap fasilitas demi kenyamanan pasien.

“Kalau fasilitasnya memberi kenyamanan saya yakin pasien jadi cepat sembuh,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus siap memfasilitasi RSUD terkait kebutuhan alat kesehatan maupun sarana lainnya. Sehingga RSUD harus terus nembenahi pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau butuh alat kesehatan yang memang dibutuhkan masyarakat akan kami anggarkan. Yang penting pelayanan prima nomor satu,” ujarnya.

Hartopo juga sempat meninjau layanan kateterisasi jantung (cath lab) yang baru dibuka beberapa waktu lalu. Hartopo meminta agar RSUD mengutamakan kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan.
“Sudah bagus, yang penting terus memperbaiki pelayanan,” tegasnya.

Sementara itu, pihaknya menilai pelayanan RSUD untuk pengobatan TB-MDR telah maksimal. Hartopo meminta RSUD membentuk relawan yang turun ke lapangan mendeteksi adanya sejak dini. Sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Kalau perlu ada relawan ya jadi bisa memantau sekaligus mengedukasi masyarakat. Kalau ada suspect ditangani dengan cepat,” ucapnya.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Abdul Aziz Achyar menyampaikan penderita TBC di Indonesia masih tinggi. Untuk itulah RSUD berkomitmen membantu masyarakat terbebas dari ancaman penyakit Turbekulosis (TBC) yang mengkhawatirkan. Aziz mengajak kader Puskesmas agar optimal.
“Justru yang paling banyak mengetahui lapangan adalah para kader puskesmas. Terima kasih dedikasinya,” ucapnya.

Salah satu dari 15 penerima sertifikat sembuh pengobatan TB – MDR, Ana (40) menyampaikan rasa syukur atas sembuhnya penyakit TBC yang dideritanya. Kurang lebih 2 tahun dia melawan TBC dengan rutin kontrol di Poli TB – MDR RSUD dr. Loekmono Hadi. 
“Alhamdulillah, setelah dua tahun bisa sembuh (dari TBC). Ini semua berkah dari Allah SWT sekaligus upaya terbaik dari RSUD,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :