Bupati Pati Desak Pemerintah Pusat Lanjutkan Normalisasi Sungai Juwana

oleh -201 kali dibaca

Pati, isknews.com – Kerugian akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Pati capai ratusan miliyar rupiah. Salah satu penyebabnya adalah saluran sungai Juwana dangkal. Untuk itu, Bupati minta kepada pemerintah pusat agar segera normalisasi sungai sungai Juwana.

Perihal tersebut dikatakan Bupati, saat memberikan bantuan ratusan paket sembako bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Senin (15/2/21).

” Kalau kondisi seperti ini terjadi terus menerus, maka yang sangat terdampak adalah petani, di Pati ada 43 desa yang terdampak banjir, untuk kerugian kami perkirakan hingga ratusan milyar rupiah,” katanya.

Melihat kondisi banjir berdampak terhadap perekonomian yang besar, oleh karena itu bupati berharap pemerintah pusat dan gubernur dapat membantu dalam penuntasan normalisasi Sungai Juwana.

“Kalau normalisasi sungai Juwana tidak dilanjutkan sungai Juwana tidak lagi mampu menampung pembuangan air dari 26 anak sungai,” lanjutnya.

Terkait dengan normalisasi sungai Juwana, bupati mengaku sudah dua tahun menyiapkan Detail Engineering Desaign (DED). Tidak hanya DED, bupati juga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan usulan itu ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta ke balai besar.

“Kami mohon untuk progam nasional ada yang ditunda terlebih dahulu untuk penuntasan normalisasi Sungai Juwana. Saat ini kami juga telah menyiapkan Detail Engineering Desaign (DED) sejak dua tahun lalu,”tegasnya.

Bahkan Haryanto juga mengaku pernah menghadap ke Presiden Joko Widodo untuk penuntasan persoalan tersebut.

Sementara dalam kesempatan yang sama, ketua HIPMI Pati Anjas Felady mengatakan baksos tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat dalam meringankan dampak bencana. Total ada 300 paket yang disebarkan di Desa Babalan, Kecamatan Gabus dan sekitarnya. Selain itu mereka juga memberikan bantuan obat-obatan dan tim dokter bagi warga terdampak banjir.

“Dari tim HIPMI, kami juga sudah melakukan kajian kecil untuk penanganan pasca banjir. Seperti di sektor pertanian atau infrastruktur. Untuk program sementara dalam meringankan beban kerugian yang di alami warga, kami membantu 300 paket sembako,” ujarnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :