Bupati Pekalongan Berguru KUP ke Kudus Ingin Berdayakan Usaha Kecil Mikro

oleh -941 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Beberapa tahun terakhir ini, Kudus benar-benar telah dilirik sejumlah Bupati dan Walikota di Jawa Tengah. Setidaknya mereka melihat secara jelas betapa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang dengan baik di kota kretek ini. Apalagi, kini para pelaku usaha kecil dan mikro bisa merasakan pinjaman tanpa jaminan untuk peningkatan produktivitasnya.

Kredit Usaha Produktif (KUP) merupakan gagasan cerdas H. Musthofa yang kini telah memimpin Kudus di periode kedua. Dirinya ingin benar-benar membumikan ekonomi kerakyatan yang ada di Kudus. karena menurutnya, ekonomi kerakyatan inilah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional yang sesungguhnya.

Bupati Pekalongan Amat Antono beserta jajarannya ingin memberdayakan UMKM di Pekalongan agar berkembang dengan baik seperti di Kudus. Oleh karenanya, pada Rabu (10/2), mereka datang ke Kudus untuk menimba ilmu tentang ekonomi kerakyatan dan KUP yang hampir setahun diimplementasikan di kabupaten yang menjadi pilot project nasional KUP ini.

Kedatangan Bupati dan jajaran Pemkab Pekalongan disambut hangat oleh Musthofa. Karena Bupati Kudus yang juga pengusaha ini ingin di seluruh Indonesia (atau setidaknya di Jawa Tengah), para pelaku usaha bisa lebih meningkat produktivitasnya. Yang pada akhirnya menuju pada satu tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Tanggung jawab pemerintah adalah bagaimana agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan KUP ini sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan,” kata Musthofa didampingi sekda dan sejumah pejabat Pemkab Kudus.

Dengan implementasi KUP yang telah berjalan ini, terbukti mampu menyerap 3.370 orang tenaga kerja. Padahal, ini belum ada satu tahun diterapkan di Kudus. Yang lebih membanggakan adalah jumlah tenaga kerja itu berasal dari kucuran dana KUP yang digelontorkan senilai Rp. 6,9 miliar yang bersumber dari Bank Jateng.

Selain itu, Musthofa ingin merealisasikan konsep revolusi mental yang digagas Presiden RI Jokowi. Dengan KUP inilah dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa mind set dan moral negatif agar diubah menjadi lebih bertanggung jawab. Bagaimanapun juga, pinjaman merupakan utang yang harus dikembalikan meski tanpa menggunakan jaminan di bank.

”Jika selama ini sebagian masyarakat menganggap pinjaman/kucuran dana dari pemerintah adalah hibah, maka kita harus mengubah pola pikir masyarakat kita untuk lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Mendengar penjelasan ini, Bupati Pekalongan ingin segera mengimplementasikan KUP di Pekalongan. Bersama Bank Jateng Cabang Pekalongan dan jajaran Pemkab Pekalongan dengan dukungan camat dan kepala desa/lurah, menyatakan kesiapannya dan secepatnya bergerak untuk memberikan pinjaman KUP kepada masyarakat Pekalongan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan.(rg/Adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :