Bupati Sam’ani Fokuskan Retreat OPD pada Kesiapsiagaan Bencana dan Penghijauan Muria

oleh -384 Dilihat
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, membuka Retreat Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara di Pijar Park, Dawe, Kudus. Sabtu (6/12/2025). (Foto: Najib)

KUDUS, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar Retreat Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6–7 Desember 2025, di Pijar Park, Dawe, Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa retreat tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kekompakan dan jiwa korsa aparatur pemerintah daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendukung peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

“Retreat ini sangat bermanfaat untuk membangun jiwa korsa, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan mendorong pengembangan pariwisata Kudus,” ujar Sam’ani. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi peserta dan masyarakat luas.

Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan tracking sejauh 2–3 Km sambil menebar beragam benih tanaman, dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di kawasan Gunung Muria. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan pelestarian lingkungan di kawasan hulu yang dinilai memiliki peran vital bagi ekosistem wilayah Kudus.

Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kudus, Andreas Wahyu Adi Setiawan, AP, memaparkan bahwa benih yang ditebar meliputi biji nangka sebanyak 25 Kg, durian 15 Kg, serta benih kelengkeng, mangga, dan pete cina. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya nyata pemerintah daerah mengembalikan vegetasi Gunung Muria.

“Tujuannya agar Muria kembali hijau dan mampu menekan risiko banjir akibat berkurangnya tutupan hutan,” jelas Andreas. Ia menegaskan, pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan karakter kawasan hutan yang membutuhkan pohon keras dan berumur panjang.

“Karena wilayah ini merupakan hutan, maka yang ditanam harus pohon keras. Tanaman sayuran tidak cocok ditanam di kawasan ini,” ujarnya.

Menanggapi penggunaan seragam Satpol PP oleh peserta, Andreas menjelaskan bahwa mayoritas peserta berasal dari OPD sehingga dipilih seragam yang merepresentasikan kedisiplinan. Ia juga menyebutkan bahwa pemateri dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, lembaga peradilan, hingga Ketua DPRD. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :