Bupati Tamzil Ajak ASN di Kudus Donasikan Sebagian Hartanya ke BAZNAS

oleh -95 Dilihat
Bupati dan Wakil Bupati Kudus HM Tamzil dan HM Hartopo memberikan selamat kepada pengurus Baznas Kudus yang telah dikukuhkan di Pendapa Kudus, rabu (13/2/2019). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Launching sekaligus Pengukuhan Pengurus Baznas dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (13/2/2019).

BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Non Struktural yang bersifat mandiri yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam mengelola zakat guna meningkatkan manfaat zakat, infaq, sedekah atau dana sosial keagamaan lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Bupati Tamzil dalam sambutannya berharap semua ASN di Kudus ikut mendonasikan sebagian hartanya untuk BAZNAS. “Saya kira ini model yang bagus, untuk Pak Sekda mari kita diskusikan masalah zakat untuk OPD di lingkungan Pemkab Kudus,” pesan Tamzil.

Terkait peluang tantangan dan strategi, Zakat merupakan cara paling efektif dan strategis untuk dikembangkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan.

Berbagai program telah dilakukan dalam Pemkab Kudus selama ini, selain dari APBD, peran swasta dengan dana CSR nya begitu sangat membantu bagi pengembangan kemajuan Kabupaten Kudus. “Sekarang tinggal zakat, tentunya kita harus mengumpulkan dana dulu, dari swasta, pemerintah, pusat, Depag,” tuturnya

Eksistensi BAZNAS Kudus, bangkit untuk menggali potensi dari sisi religius masyarakat muslim di Kudus sadar akan menunaikan ibadah zakat, infaq dan shodakah yang terlembaga dan akuntabel untuk kesejahteraan umat.

Bupati Tamzil juga menginginkan adanya
Berharap mobil jenazah baznas, supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Komitmen membesarkan baznas, tidka hanya dari APBD, BPJS, maupun CSR perusahaan.

Ketua Baznas Kudus, Drs H Aris Syamsul Maarif mengatakan, Pada tahun 2018 hanya dari 8 Instansi/lembaga dapat terhimpun dana zakat PNS sebesar Rp. 882.002.323, dari Kemenag Rp. 554.812.166, MAN 1 Rp. 25.776.759, MAN 2 Rp. 93.573.282, MTsN 1 Rp.73.550.546, MTsN 2 Rp. 34.752.070, MIN Rp.23.937.500, Sekwan Rp. l0.000.000,-dan Dinas Kesehatan Rp. 65.600.000.

Dari dana tersebut telah ditasyarufkan sebesar Rp. 564.000.000, (untuk 3.380 orang fakir miskin, 672 orang Merbot Masjid dan 29 orang Ghorim).

Potensi zakat akan bisa berfungsi secara maksimal dan berdaya guna, tidak hanya bersifat konsumtif apabila dikelola dengan strategi yang berkualitas dalam menghadapi berbagai hambatan atau kendala.

Manajemen skil, akuntabilitas, integritas, serta amanah merupakan modal pokok dalam mengelola zakat. Selain itu juga pendayagunaan zakat untuk ekonomi produktif disertai pendampingan pembinaan terhadap mustahik merupakan hal yang urgen.
Oleh karena itu terus melakukan berbagai strategi untuk mewujudkan tujuan zakat merubah mustahik menjadi muzakki. Strategi tersebut antara lain: membudayakan ber-zakat, penyaluran yang kreatif, SDM yang berkualitas, serta program yang fokus.

Hal ini diharapkan dapat sejalan dengan Visi Misi Bupati Kudus Bapak Ir. H. Muhammad Tamzil, MT. Yaitu “Kudus Bangkit Menuju Kabupaten Modern, Religius, Cerdas dan Sejahtera”

Sementara Ketua Baznas Jawa Tengah KH. Ahmad Daroji, Zakat ini dalam rangka membantu banyak pihak, “Uang yang terkumpul 60 Persen untuk kemiskinan, sisanya untuk ghorim, fi sabilillah, dan lainnya.

Baznas micro finance, lembaga tersebut melakukan pinjaman tanpa bunga, tentunya dengan syarat dna ketentuan yang berlaku.

“Nantinya kita bimbing terlebih dahulu. Akan dilaunching April sama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” tandasnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :