Cakupan Vaksinasi Lansia Kurang dari 40 persen, Kudus Bertahan di Level 3 PPKM

oleh -515 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus kembali bertahan di level 3 perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikarenakan cakupan vaksinasi lansia yang kurang dari 40 persen.

Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad  menjelaskan, Rendahnya cakupan vaksinasi lansia tersebut dikarenakan sejumlah faktor, salah satunya kesulitan mencari lansia yang mau divaksinasi.

Ia mengakui jika kegiatan vaksinasi lansia di Kota Kretek belum berjalan mulus. Meski berbagai cara telah dilakukan untuk menggenjot cakupan vaksinasi lansia di Kudus.

“Kita sudah lakukan jemput bola dengan door to door menyambangi rumah lansia untuk vaksinasi. Tapi banyak dari mereka yang menolak,” katanya Jumat (22/10/2021).

Yakni lebih dari 40 persen bagi daerah level 2 PPKM dan lebih dari 60 persen untuk daerah level 1 PPKM.

Untuk mencapa itu semua, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Seluruh eleman masyarakat harus membantu sosialisasi dan edukasi vaksin aman bagi lansia agar cakupan vaksinasi lansia di Kudus bisa melampaui target yang ditentukan.

Selain alasan tersebut, sejumlah lansia menolak vaksinasi sebab takut mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Seperti demam dan nyeri yang dirasakan sejumlah orang pasca disuntik vaksin jenis Astrazeneca dan Moderna.

“Keluarganya mungkin ada yang sudah vaksin Astrazeneca atau Moderna lalu mengalami KIPI. Lalu dia (lansia) tidak mau vaksin, karena takut kalau nanti demam bagaimana,” katanya.

Lebih lanjut, Aniq mengungkapkan percepatan vaksinasi lansia membutuhkan pendekatan ekstra. Upaya-upaya promosi kesehatan harus dimaksimalkan untuk merubah mind set lansia akan vaksinasi covid.

Upaya ini tentu harus mendapat dukungan penuh dari keluarga lansia. Sebab merekalah yang nantinya mendorong para lansia untuk vaksinasi Covid-19.

“Dari keluarganya yang mendorong. Misal, ibu atau bapaknya yang lansia (yang belum vaksinasi) dilarang mencium cucunya karena takut menularkan covid. Kalau mau mencium cucunya mereka harus vaksin dulu,” tuturnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :