Camat Undaan Kerahakan 350 Personel Dari 16 Desa di Wilayahnya, Resik Resik Sampah Bendung Wilalung

oleh

Kudus, isknews.com – Meski secara administratif bendung Wilalung tidak masuk dalam wilayah Kabupaten Kudus, namun akibat yang bisa ditimbulkan dari tersumbatnya aliran air di pintu air oleh timbunan sampah-sampah itu akan berakibat besar bagi sejumlah kawasan di Wilayah Kudus, terutama Kecamatan Undaan.

Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Camat Kecamatan Undaan mengerahkan ratusan personel mulai dari Muspika, P3A, TNI, Polri, Karangtaruna dan relawan kecamatan Undaan hingga kepala desa di 16 Desa se Kecamatan Undaan untuk bergoton-groyong membersihkan Bendungan Wilalung dari gunungan sampah kayu yang menyumbat di pintu air menuju Sungai Wulan, Kamis (27/02/2020).

TRENDING :  BREAKING NEWS : Bendung Wilalung Berstatus Awas, Pintu Sungai Juwana Dibuka
Ratusan personel dari 16 Desa di Kecamatan Undaan saat lakukan resik-resik Bendungan wilalung (Foto: YM)

Camat Undaan, Rifai Nawawi mengatakan kegiatan bersih-bersih ini dilakukan guna menindaklanjuti banyaknya sampah kayu dan batang bambu yang menumpuk di pintu air Bendungan Wilalung. Paska terjadinya peningkatan debit air bendungan beberapa waktu lalu.

“Personil yang kita terjunkan kurang lebih 350 orang dan kita laksanakan mulai dari 06.30 pagi dengan kita apel kan setelah itu sarapan bersama dan kemudian kita langsung terjun ke lokasi dan Insya Allah hari ini akan selesai,” katanya di lokasi.

TRENDING :  Kerjasama Bank Sampah dan Warkop

Rifa’i mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan Kecamatan sebagai bentuk respon kedaruratan, meski sebetulnya pengairan ini adalah menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana.

“BBWS sudah kami beritahu tentang hal ini akan tetapi hingga sekarang masih belum ada respon, sampai pada kunjungan PLT Bupati kemarin masih tidak ada tindak lanjut dari BBWS,” katanya.

Camat Rifa’i Nawawi dan Danramil Undaan (Foto: YM)

Menurutnya, dulu pernah ada perwakilan BBWS yang melakukan peninjauan ke Bendungan ini. Lalu sampah yang ada dipindahakan ke atas. Setelah itu, sampahnya muncul lagi dengan jumlah yang lebih banyak.

TRENDING :  Warga Kecamatan Undaan Lega Debit Air Bendungan Wilalung Kembali Normal

“Kami sudah koordinasikan lagi, tetapi belum ada tanggapan sampai saat ini. Kalau ini dibiarkan, nanti jika ada kiriman air lagi dikhawatirkan dapat memicu terjadinya banjir di Kecamatan Undaan. Untuk itu, permasalahan sampah ini segera kami selesaikan,” lanjut dia.

Diketahui kerja bakti tersebut dilakukan saat debit di Bendungan Wilalung berada kondisi normal. Yakni dibawah 300 meter kubik perdetik. Dilakukan mulai pukul 06.30 WIB, kerja bakti tersebut diprediksi akan selesai sore ini. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :