Canangkan Desa Wisata Margorejo Dawe Kudus, Hartopo : Maksimalkan Potensi yang Ada

oleh -770 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pengembangan desa wisata menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kudus. Pencanangan tersebut dapat memaksimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal itu diungkapkan Bupati Kudus Hartopo saat mencanangkan Desa Wisata Margorejo dan membuka Gebyar Ngunduh Duren Tahun 2021 di Dukuh Pelang Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kudus, Minggu (19/12/2021).

Gebyar Ngunduh Duren diapresiasi oleh Hartopo. Seperti tagline ‘Inget Duren, Inget Pelang’, pihaknya mengungkapkan sejak dahulu Dukuh Pelang memang telah identik dengan durian. Sehingga, adanya pencanangan desa wisata diharapkan mampu mengembangkan potensi yang ada.

“Sejak dulu, Pelang memang sudah diingat sebagai tempatnya durian. Maka, saya minta pencanangan desa wisata ini menjadi kesempatan desa untuk lebih mengembangkan potensi,” ucapnya.

Setelah pencanangan, saatnya pemerintah desa dan warga untuk terus ‘menata’ desa. Sarana prasarana dilengkapi agar wisatawan betah berkunjung ke Desa Margorejo. UMKM desa pun perlu ditata agar wisatawan nyaman berkunjung ke Desa Margorejo. Bantuan untuk pengembangan desa wisata pun akan digelontorkan sehingga penataan desa wisata optimal. Diharapkan, desa wisata lebih mandiri dan dapat meningkatkan PADes yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Pengembangan tersebut akan terus dimonitor oleh Pemkab Kudus.
“Sekarang saatnya pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong mewujudkan desa wisata yang optimal. Sarana dan prasarana dilengkapi. Masyarakatnya juga harus ramah menjadi tuan rumah bagi para wisatawan. Pengembangan akan kami pantau terus jadi jangan sampai mangkrak,” paparnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah menyampaikan selama 2020 sampai dengan 2021, Kabupaten Kudus telah mencanangkan 28 desa wisata yang ber-SK Bupati. Desa Margorejo menjadi salah satu dari 6 desa wisata yang ada di Kecamatan Dawe. Kelima desa lainnya yakni Japan, Dukuhwaringin, Ternadi, Kandangmas, dan Kajar.

Pencanangan desa wisata telah melalui penilaian (assessment) dari 24 indikator. Indikator tersebut meliputi data profil desa, kuliner khas desa, atraksi khas desa, jejaring kemitraan desa wisata, dan lain lain. Pihaknya meminta dukungan seluruh elemen desa sehingga maksimal dalam mengimplementasikan 24 indikator.

“Pencanangan ini telah melalui penilaian 24 indikator. Desa Margorejo masuk ke klasifikasi desa wisata rintisan. SK desa wisata telah diserahkan beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat Desa Margorejo harus bergotong royong mengembangkan desa wisata yang optimal,” jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Desa Margorejo Sumirkan menyampaikan Gebyar Ngunduh Duren telah dilakukan tiga kali. Sempat absen pada 2020 karena pandemi, Gebyar Ngunduh Duren kembali dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Pihaknya juga telah menerima bantuan seribu bibit durian yang akan ditanam di tanah desa. Pada lima tahun mendatang, ngunduh duren dipastikan dapat dilaksanakan secara langsung di lahan pertanian durian.

“Dukuh Pelang Desa Margorejo telah dikenal penghasil durian. Kalau saat ini ngunduh duren dilaksanakan simbolis, semoga lima tahun mendatang benar-benar bisa ngunduh duren di pohonnya. Karena bantuan seribu bibit durian sudah kami tanam di tanah desa,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :