Capai 5,13 Persen, Kinerja Perekonomian Jateng Diatas Nasional

oleh -262 Dilihat
Foto: Bambang Kiswono, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY. (Istimewa)

Ekonomi, ISKNEWS.COM – Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Bambang Kiswono, melihat perkembangan kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) Jawa Tengah dan pencapaian selama tahun 2017, sangat menggembirakan. Di tengah perkembangan ekonomi global yang mulai meningkat, patut disyukuri bahwa capaian kinerja ekonomi di Jawa Tengah menunjukkan kondisi yang baik.

Bambang membeberkan, Hal ini dapat terlihat dari Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada Triwulan III 2017 yang tumbuh sebesar 5,13 % Year On Year (YOY) atau lebih tinggi, dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,01 % YOY.

“Jika dibandingkan dengan Nasional, Kinerja perekonomian Jawa Tengah masih diatas Nasional yang tercatat sebesar 5,06 % YOY,” jelasnya saat acara pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) 2018, di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (30-01-2018) pagi.

Dijelaskannya, pertemuan tahunan ini merupakan bentuk akuntabilitas OJK dan momen refleksi serta komunikasi antara OJK dengan stakeholder mengenai perkembangan Industri Jasa Keuangan.

“Dimana pada acara tersebut dihadiri oleh pimpinan Instansi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, serta seluruh pelaku Industri Jasa Keuangan, dan stakeholder terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang baik tersebut, diikuti pula dengan menurunnya angka kemiskinan. Pada posisi September 2017, angka kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 12,23 % atau turun jika dibandingkan posisi Maret 2017 yang sebesar 13,01 %.
Meskipun jika ditinjau secara Nasional, angka kemiskinan di Jawa Tengah masih lebih tinggi, yaitu sebesar 10,12%. Sebagaimana diketahui bersama, angka kemiskinan tersebut masih menjadi tantangan dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi di Jawa Tengah yang semakin membaik, kinerja Industri Jasa Keuangan juga menunjukkan perkembangan yang positif. Dapat disampaikan bahwa, jumlah jaringan kantor di Jawa Tengah terdiri dari Perbankan 4.064 Jaringan Kantor, Perusahaan Asuransi 323 Jaringan Kantor, Perusahaan Pembiayaan 732 Jaringan Kantor, Dana Pensiun 10 Jaringan Kantor, Modal Ventura 186 Jaringan Kantor, Pergadaian 75 Jaringan Kantor, dan Perusahaan Efek 53 Jaringan Kantor.

Secara umum, lanjut Bambang, kinerja Perbankan di Jawa Tengah masih lebih baik, dibandingkan dengan Perbankan Nasional dengan pertumbuhan aset mencapai Rp 381,6 triliun, kredit Rp 278,3 triliun dan dana pihak ketiga Rp 284,3 triliun atau masing-masing tumbuh sebesar 10,80 % YOY, 9,32 % YOY dan 9,75% YOY. Sedangkan secara Nasional aset, kredit dan dana pihak ketiga masing-masing tumbuh sebesar 9,79 %, 8,27 % dan 9,40 %.

Ditambahkan, pertumbuhan kredit yang positif tersebut, juga diikuti dengan kualitas kredit yang lebih baik, tercermin dari rasio LDR sebesar 97,88 % dan rasio NPL sebesar 2,54 % dibandingkan dengan LDR dan NPL, industri perbankan secara Nasional sebesar 89,83 % dan 2,66 %. (AJ/AM)

No More Posts Available.

No more pages to load.