Cegah Banjir, Sungai Piji Kudus Dibersihkan dari Sampah Rumah Tangga dan Bambu

oleh -394 Dilihat
Sejumlah relawan sedang membersihkan sungai dari tumpukan sampah. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Tumpukan sampah rumah tangga hingga batang bambu memenuhi aliran Sungai Piji yang melintas di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Untuk mencegah banjir saat musim hujan, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat bersama relawan, masyarakat, BPBD, hingga Dinas PUPR bergerak melakukan aksi bersih-bersih pada Jumat (19/9/2025) pagi.

Dalam kegiatan ini, Dinas PUPR menurunkan alat berat ekskavator long arm untuk mengangkat sampah yang sulit dijangkau. Bahkan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut hadir membantu jalannya kegiatan.

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, mengatakan bersih-bersih Sungai Piji menjadi agenda rutin tahunan Pemdes bersama instansi terkait menjelang musim penghujan. Ia berharap langkah tersebut bisa mengurangi potensi banjir di wilayahnya.

“Dengan membersihkan sungai ini, semoga tidak ada lagi banjir,” ujarnya.

Masri menjelaskan, mayoritas sampah yang menumpuk di Sungai Piji merupakan kiriman dari wilayah lain di bagian hulu. Saat ini, warga Desa Kesambi sudah tertib mengelola sampah melalui bank sampah yang dikelola BUMDes.

“Warga Kesambi tidak membuang sampah ke sungai. Sampah-sampah itu kemungkinan kiriman dari utara, termasuk potongan bambu yang tidak dibersihkan sehingga terbawa arus,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan bahwa tahun ini ada sejumlah anak sungai yang menjadi prioritas normalisasi, termasuk Sungai Piji, dengan total anggaran sebesar Rp 2 miliar dari APBD Perubahan 2025.

“Normalisasi tahun ini banyak, salah satunya Sungai Piji. Anggarannya Rp 2 miliar untuk normalisasi sungai maupun anak sungai,” jelas Harry saat memantau aksi bersih-bersih.

Menurutnya, bank sampah di Desa Kesambi terbukti mampu mereduksi 60–70 persen sampah rumah tangga. Ke depan, pihaknya akan merealisasikan usulan Pemdes terkait penghapusan pilar tengah pada beberapa jembatan di Desa Kesambi agar aliran air tidak terhambat.

“Pilar tengah yang akan dihilangkan ada di Jembatan 4 dan Jembatan 1 Desa Kesambi. Rencananya diusulkan tahun 2026 dengan anggaran masing-masing titik sekitar Rp 10 miliar,” pungkas Harry. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :