Cegah DBD, Pelajar SD dan Mahasiswa di Kudus jadi Duta Simantik dan Jumantik

oleh -1,028 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie dan Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kudus, Aini Hasan Chabibie mengukuhkan Duta Simantik (Siswa Pemantau Jentik nyamuk) dan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) pada Kamis, 4 April 2024 di SD IT Umar Bin Khattab Kudus.

Mereka yang dikukuhkan merupakan 9 siswa mewakili 9 sekolah di 9 korwil kecamatan yang ada di Kudus. Sementara 5 Duta Jumantik dari kalangan mahasiswa dari 5 perguruan tinggi yang ada di Kudus.

Usai mengukuhkan, Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie mengatakan, pengukuhan Simantik ini sebagai respon atas terjadinya lonjakan kasus demam berdarah (DB) yang terjadi beberapa waktu lalu. Simantik diharapkan bisa menjadi upaya pemberantasan jentik di sekolah.

“Kita lihat kemarin di rumah sakit huniannya juga penuh, dan sebagian besar pasien DB. Terlebih rata-rata pasiennya itu usia 6 sampai 14 tahun atau adik adik kita di sekolah,” katanya.

Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengajak masyarakat, khususnya siswa dan mahasiswa yang telah dimenjadi juru pemantau jentik (jumantik) di daerah tempat tinggal masing-masing untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Pelaksana Harian (Plh) DKK Kudus, Sugiarto mengatakan dengan meningkatnya kasus DBD diharapkan menjadi perhatian seluruh masyarakat, termasuk di Kabupaten Kudus.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demi mencegah penyakit DBD dan penerapan PSN penting dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, baik tingkat RT dan RW,” katanya.

Ia mengatakan DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes aegypti yang kerap ada saat musim hujan di daerah tropis atau subtropis.

Menurut dia, nyamuk ini hadir karena ekosistem mereka tercipta dengan baik seperti adanya genangan air yang ada pada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Ia mengatakan berbagai langkah pencegahan dapat menghambat atau menghentikan perkembangbiakan nyamuk di sekitar lingkungan. Mulai dengan penerapan 3M Plus di lingkungan masing-masing juga penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Menurut Sugiarto, langkah 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Sedangkan pada poin Plus antara lain menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.

Kemudian melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

“Kita juga minta kelurahan dan kecamatan untuk menerapkan 3M Plus di lingkungannya,” kata Sugiarto. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :