Cegah Kericuhan, Polres Kudus Latih Penanganan Massa Anarkis

oleh -27 Dilihat
Ratusan personel gabungan mengikuti simulasi penanganan massa anarkis yang digelar Polres Kudus di Alun-Alun Simpang Tujuh, Kamis (23/4/2026). Latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi potensi kericuhan saat aksi unjuk rasa. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Upaya mencegah potensi kericuhan saat aksi unjuk rasa dilakukan Polres Kudus dengan menggelar latihan penanganan massa anarkis di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (23/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam simulasi tersebut, ratusan personel mempraktikkan berbagai skenario penanganan aksi massa yang mulai tidak terkendali. Petugas terlihat menjalankan teknik pengendalian massa secara terukur, mulai dari pendekatan persuasif hingga tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa latihan ini bertujuan agar seluruh anggota memahami peran dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi aksi penyampaian pendapat di muka umum.

“Melalui latihan ini, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur. Mereka juga harus memahami posisi serta langkah yang diambil saat menghadapi situasi di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 600 personel gabungan. Sebanyak 500 personel berasal dari Polres Kudus, sementara sisanya merupakan unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga pemadam kebakaran.

Menurutnya, latihan ini penting sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya situasi kontijensi di wilayah Kudus. Kesiapan aparat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan.

Selain meningkatkan kemampuan personel, Polres Kudus juga terus mengedepankan langkah preventif dengan melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan kegiatan siskamling di lingkungan warga.

“Selain itu, kami juga membangun komunikasi melalui forum diskusi dan FGD bersama berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” tambahnya.

Terkait lokasi rawan, Kapolres menyebutkan bahwa titik pengamanan bersifat dinamis menyesuaikan situasi. Meski demikian, sejumlah objek vital seperti kantor pemerintahan, DPRD, SPBU, pusat perbelanjaan, rumah sakit, serta area keramaian tetap menjadi prioritas pengawasan.

AKBP Heru berharap, kondisi keamanan di Kabupaten Kudus tetap kondusif. Ia juga menekankan bahwa potensi gangguan kamtibmas harus dapat diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :