Cegah Kerumunan saat Libur Nataru, Pusat Perbelanjaan Diminta Efektifkan PeduliLindungi

oleh -621 kali dibaca
Salah seorang pengunjung Kudus Ekstension Mall (KEM) saat melakukan scan PeduliLindungi.

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus HM Hartopo meminta semua pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus untuk segera mengefektifkan penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempatnya masing-masing. Terlebih, pemerintah pusat menganjurkan untuk memakai aplikasi tersebut selama libur Natal dan Tahun 2022 mendatang.

“Itu sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru, Kudus kini juga sudah di level 2 PPKM dan sosialisasi penerapan PeduliLindungi harus digencarkan,” terangnya, Kamis (9/12/2021).

Selain pusat perbelanjaan, semua objek wisata dan tempat-tempat lain seperti kafe pun diminta untuk turut menerapkan aplikasi tersebut. Dengan tujuan bisa memantau kerumunan yang ada di tempat tersebut. “Protokol kesehatannya juga jangan sampai kendor, seperti pemaiakan masker, cuci tangan sebelum masuk, dan jarak aman antar sesame pengunjungnya juga diatur,” ujarnya.

Untuk meningkatkan partisipasi tersebut, pemerintah daerah, kata Hartopo, telah membentuk tim pemantau penerapan protokol kesehatan di Kudus. Ketika nanti didapati adanya pelanggar prokes, tentu aka nada sanksi yang diberikan. “Mereka (tim pemantau prokes-red) akan selalu memantau terus, dievaluasi, barangkali kalau ada yang tidak menerapkan langsung dilaporkan dan ditindak,” tegasnya.

Hartopo pun mengajak masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya penularan Covid-19 di Kota Kretek. Walau kini, jumlah kasusnya sangat landai. Namun, masyarakat diharapkan tidak terlena akan ini. Apalagai pada momen libur Natal dan Tahun Baru nanti.

“Tetap penerapan prokesnya diperketat dan perayaan tahun barunya sama keluarga saja,” bebernya.

Sementara Bupati Kudus Hartopo meminta agar jajaran bersiap untuk penanganan Covid-19 pada libur Natal dan tahun baru (nataru).

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Hartopo meminta agar pengetatan dan pengawasan dilakukan di tempat wisata. Apabila pengunjung yang datang terus meningkat, pihaknya akan menutup tempat wisata. Sehingga tidak ada kerumunan yang menjadi potensi klaster baru Covid-19. Seperti yang diketahui, terdapat varian Omicron pada Covid-19 yang telah masuk Indonesia. Pihaknya pun meminta agar Dishub Kudus melakukan pengawasan bus dari luar kota. Terkait pemudik luar kota, Hartopo meminta para camat berkoordinasi dengan ketua RT untuk melakukan skiring pada pemudik dari luar kota.

“Pengetatan dan pengawasan perlu dilakukan di tempat wisata agar tak ada kerumunan yang memicu penularan Covid-19. Pengawasan juga akan dilakukan untuk pemudik dari luar kota. Jangan sampai kecolongan sehingga kasus Covid-19 melonjak,” paparnya.

Selain itu, Hartopo pun meminta para camat siaga potensi bencana pada akhir tahun hingga awal tahun. Pasalnya, terjadi peningkatan curah hujan pada waktu belakangan ini. Penyediaan dapur umum, logistik, dan posko pengungsian harus segera dilakukan. Terutama di wilayah yang termasuk rawan bencana. “Waspada musim hujan, mohon camat segera mempersiapkan logistik, dapur umum, dan posko pengungsian,” tegasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :