Cegah Pantura Lumpuh, Pemdes Terban Kudus Percepat Normalisasi Kalisetro

oleh -422 Dilihat
Foto: Istimewa

Kudus, isknews.com – Pemerintah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, mempercepat normalisasi Sungai Kalisetro sebagai langkah pencegahan agar limpasan air tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur Pantura. Titik yang ditangani berada di sekitar jembatan Kalisetro sisi barat Pura, lokasi yang selama ini kerap menjadi sumber luapan saat debit sungai meningkat.

Kepala Desa Terban, Supeno, menjelaskan bahwa persoalan utama berada pada kombinasi jembatan lama yang sempit dan alur sungai yang berkelok. Saat banjir kiriman datang dari hulu, terutama dari arah Pati, kapasitas aliran tidak mampu menampung volume air sehingga meluber ke jalan nasional.

Kalau kiriman air besar dan tertahan di situ, pasti melimpas ke Pantura. Dampaknya besar sekali, meski hanya seperempat jam, lalu lintas bisa langsung tersendat,” ujarnya.

Meski kewenangan sungai berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah desa tetap berinisiatif berkoordinasi agar penanganan darurat bisa segera dilakukan. Langkah ini diambil karena risiko yang ditimbulkan menyangkut kepentingan publik yang luas.

Pekerjaan difokuskan pada pelurusan alur sungai sepanjang kurang lebih 50 hingga 100 meter di sekitar jembatan. Selain itu, tim juga membersihkan endapan sedimen dan sampah yang selama ini menghambat laju air.

Menurut Supeno, bentuk alur sungai yang berliku membuat arus air tertahan dan berputar di titik tersebut. Dengan diluruskan, aliran diharapkan menjadi lebih lancar meski kondisi jembatan belum berubah.

Selama ini alurnya seperti ular, air jadi muter dan tertahan. Kalau diluruskan, paling tidak alirannya bisa lebih cepat lewat,” jelasnya.

Ia berharap perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi bisa lebih diarahkan pada titik-titik sungai yang berdampak langsung pada infrastruktur strategis seperti Pantura. Sebab, gangguan kecil di lokasi tersebut dapat menimbulkan efek besar pada mobilitas nasional.

Selain ancaman limpasan, banjir di sekitar jembatan juga berdampak pada kerusakan badan jalan. Lubang kerap muncul akibat tergerus air dan beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Meski begitu, Supeno mengakui penanganan jalan saat ini lebih responsif dibanding sebelumnya. Perbaikan dilakukan lebih cepat meskipun kerusakan kerap terulang saat curah hujan tinggi. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :