Cegah Stunting, Remaja Perempuan Calon Ibu Diajak Minum Tablet Tambah Darah

oleh -275 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengkampanyekan minum Tablet Tambah Darah (TTD) dan menghindari terjadinya anemia pada remaja perempuan. Mengingat, saat ini indonesia menghadapi problem stunting atau gagal tumbuh pada balita, yang mempengaruhi kecerdasan.

“Stunting itu dipicu dari adanya ibu hamil yang sebelumnya mengalami kekurangan darah. Jadi sebelum hamil kondisinya sudah kekurangan darah dan itu memicu stunting. Remaja perempuan sebagai calon istri yang kelak menjadi ibu rawan terserang anemia dan kekurang sel darah merah. Ini disebabkan karena setiap bulan remaja putri mengalami menstruasi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Kudus Nuryanto, di sela-sela acara Penggerakan Masyarakat dalam rangka Pencegahan Stunting yang di hadiri sejumlah siswi SMA sederajat di Kudus, Rabu (23/11/2022).

Masih kata Nuryanto, sel darah merah yang diproduksi di dalam sumsum tulang ini setiap tiga bulan sekali dibuang oleh liver dan feses. Meski begitu, kondisi kekurangan darah pada remaja perempuan akibat menstruasi biasanya bisa dirasakan dengan tanda-tanda awal. Misalnya mata berkunang-kunang saat berdiri setelah duduk lama, susah konsentrasi dan gampang mengantuk.

“Hal ini karena suplai oksigen ke otak berkurang diakibatkan kurang darah. Jangan sampai kalian para pelajar mengalami ini. Untuk mengatasi resiko anemia agar memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan, kuning telur, serta sayuran terutama daun ketela rambat,” ujarnya.

Karena dengan banyak mengonsumsi makanan mengandung zat besi tersebut, tubuh bisa lebih banyak memproduksi sel darah merah. Kebutuhan zat besi pada tubuh sebesar 15 mg setiap harinya sehingga harus konsumsi makanan apapun yang mengandung banyak zat besi. Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh.

“Diantaranya yang menghambat penyerapan zat besi pada tubuh yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam. Sedangkan yang mempercepat penyerapan zat besi dalam tubuh yaitu minum jus jeruk atau semacamnya. TTD diminum rutin seminggu sekali, jangan minum teh dan kopi setelah makan. Lebih baik air putih atau jus jeruk,” imbaunya.

“Namun, apabila ingin minum teh dan kopi, maka harus diberi jeda satu jam sebelum atau sesudah makan,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :