Ciptakan Alat Pemantau Kerumunan, Tim Robotik MAN 2 Kudus Raih “The Top Contender”

oleh -211 kali dibaca
Ciptakan Alat Pemantau Kerumunan, Tim robotik MAN 2 Kudus Raih “The Top Contender”. (Aris SOfiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus berhasil menyabet juara The Top Contender dalam Grand Final Akademi Madrasah Digital (AMD) 2020 yang diselenggarakan oleh Direktorat KSSK Madrasah Dirjen Pendis Kementerian Agama Repubik Indonesia bekerja sama dengan XL Axiata dan Metro TV sebagai media partner.

Tim robotik MAN 2 Kudus dalam AMD 2020 ini menciptakan inovasi alat Medigate dengan slogan “Masyarakat sehat ekonomi kuat!” Medigate merupakan alat pemantau jumlah pengunjung. Alat ini memudahkan supermarket dalam membatasi jumlah pengunjung. Medigate diambil dari kata medical yang berarti kesehatan dan gate yang artinya gerbang. Mengapa dikatakan kesehatan karena alat ini mencegah adanya kerumunan yang berlebih sehingga dapat mencegah terjadinya penularan virus covid-19. Alat ini berupa people counter  berbasis  IoT (Internet of Thing).

Tim Medigate terdiri dari lima orang siswa MAN 2 Kudus, yaitu Falih Nugrahanto sebagai teknis serta Kharisma NH, Hanifah T, Nur Fadhila S dan Tiffa KD sebagai non teknis. Sedangkan guru pembimbingnya adalah Heru Sugianto, Widayato dan Nur Cholis. Mereka bekerja keras, mulai dari perencanaan sampai terciptanya alat membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai pertengahan bulan November 2020 sampai awal Januari 2021.

Latar belakang terciptanya alat Medigate ini adalah adanya pandemi Covid-19 yang sedang mewabah sekarang ini.  Salah satu upaya pencegahan yang dianjurkan WHO adalah physical distancing.  Medigate bermanfaat untuk menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya klaster baru dengan pengukuran data pengunjung berdasarkan data real. Tujuan dibuatnya Medigate adalah terciptanya kenyamanan berbelanja dengan membatasi kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ke depannya, alat ini tidak hanya untuk mendeteksi jumlah pengunjung karena masa pandemi, tetapi tetap bisa dimanfaatkan untuk para pengelola gedung atau ruang pertemuan untuk melakukan kontrol tentang jumlah pengunjung dalam gedung tersebut. Sehingga berakhirnya masa pandemi covid-19 alat ini masih bisa dimanfaatkan sepanjang masa. Mereka berharap alat ini bisa diproduksi dan dipasarkan secara luas.

Lima finalis yang bersaing dalam ajang AMD ini adalah MAN 2 Kudus, MAN 2 Nganjuk, MAN IC Tanah Laut Kalimantan Selatan, MA Darussalam Jombang, dan MAN 2 Majalengka yang disiarkan melalui MetroTv pada hari Sabtu, pukul 13.05. Setelah tim Medigate melaksanakan presentasi di hadapan para dewan juri yang berkompeten, akhirnya tim Medigate MAN 2 Kudus dinyatakan sebagai pemenang kategori The Top Contender dengan hadiah total sepuluh juta rupiah. Ditegaskan pula oleh Direktur KSKK, mereka juga mendapatkan kesempatan kuliah di Universitas Islam Negeri ternama di Indonesia secara gratis.

Sementara Kepala MAN 2 Kudus, Shofi, sangat bangga dengan raihan prestasi nasional dalam lomba Akademi Madrasah Digital ini. Harapan ke depan, produk anak-anak ini dapat diproduksi secara luas oleh pihak terkait agar teknologi ini benar-benar dapat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :