Covid 19 Merebak, Dandhangan dan Keramaian Tradisi Syawalan di Kudus Ditiadakan

oleh

Kudus, isknews.com – Wabah Corona yang kini juga melanda Indonesia telah menyebabkan sejumlah even besar dan agenda budaya yang akan melibatkan banyak masa ditunda bahkan di batalkan. Begitu pula di Kabupaten Kudus sejumlah kegiatan wisata budaya dan tradisi yang tiap tahun digelar dalam setiap perayaannya kini terpaksa harus dibatalkan.

Demikian halnya tradisi Dandhangan yang digelar sepekan sebelum bulan suci Ramadhan di Kudus dan juga tradisi syawalan dipastikan tahun ini ditiadakan. keputusan ini diambil setelah dilaksakannya rakor evaluasi Covid-19 Forkopimda bersama gugus tugas Covid 19 yang digelar di Command Center, Senin (23/03/2020).

Kepala Dinas Perdagangan kabupaten Kudus Sudiharti (Foto: YM)

Diputuskan dalam rapat tersebut Dandhangan pada tahun 2020 ini ditiadakan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti usai mengikuti rakor tersebut.

Disampaikannya, keputusan itu untuk mencegah penularan covid-19 antar masyarakat.

“Karena dandangan maupun syawalan berpotensi terjadinya penularan Corona antar manusia karena adanya kerumunan massa,” tegasnya.

Menurutnya, ditiadakannya dandangan yang setiap tahun digelar selama 10 hari menjelang datangnya bulan suci ramadhan, sudah menjadi keputusan final.

“Kita akan sulit mengontrol karena banyak PKL yang biasa mremo berasal dari luar daerah. Sehingga untuk membatasi jumlah PKL yang akan berjualan. Selain itu, dandangan juga akan mengundang warga masyarakat untuk datang,” terangnya.

Seharusnya lanjut Sudiharti, dandangan akan digelar mulai tanggal 14 – 23 April 2020. Untuk itu kata dia, secepatnya pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada para PKL yang biasanya tiap tahun mremo.

“Khususnya yang dari luar kota nanti akan kami hubungi melalui nomor handphone, keputusan ini akan kami sampaikan kepada mereka. Kita sudah memiliki nomor telefon mereka,” katanya.

Sudiharti meyakini para pedagang yang setiap tahun sedikitnya 350 pedagang dan terkonsentrasi di Jalan Sunan Kudus ini akan bisa mengerti.

“Kondisi seperti ini kan tak hanya di Kudus, tapi kebijakan pembatasan kerumunan ini adalah berlaku nasional,” terang dia.

Sementara itu Kabid Kebudyaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Sutiyono membenarkan bahwa terkait pencegahan penularan Covid-19, maka tradisi dandangan tahun ini ditiadakan. 

“Bahkan tidak hanya tradisi dandangan saja yang ditiadakan, tetapi acara – acara syawalan juga dilarang untuk diadakan tahun ini. Seperti acara syawalan Kangjeng Sunan Muria, Bulusan di Hadipolo, Lomban di Desa Kesambil dan tempat – tempat lainnya,” ujar Sutiyono.

Masih kata Sutiyono, bila tidak ada kebijakan peniadaan tradisi dandangan, pihaknya sudah siap 50% untuk melaksanakan acara itu. Namun karena instruksi Plt Bupati Kudus seperti itu, maka pihanya tetap mematuhi dan melaksanakannya.

Sementara menurutnya, untuk acara syawalan pada saat lebaran kupatan pun, semua itu juga harus ditiadakan. Sedangkan acara – acara ritual seperti besik kubur menjelang datangnya bulan suci ramadhan di makam Ki Bagus Rinangku dan Dewi Nawangsih (makam Masin) di Dukuh Masin Desa Kandangmas, Dawe akan dilakukan sesederhana mungkin.

“Yang terpenting  tidak ada acara besar seperti arak – arakan,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :