Curah Hujan Tinggi, Kewaspadaan Kawasan Rahtawu Ditingkatkan

oleh

Kudus, isknews.com – Curah hujan tinggi yang sejak beberapa pekan lalu dan dimungkinkan masih akan terus melanda wilayah kabupaten Kudus utamanya di Kawasan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, kabupaten Kudus saat ini menjadikan pantauan kawasan tersebut ditingkatkan akhir-akhir ini. Mengingat kawasan wisata tersebut oleh BPBD Kudus masuk pada peta rawan longsor.

Berdasarkan pengalaman dan ”sejarah” tahun-tahun sebelumnya, setiap kali musim penghujan potensi longsor dan banjir bandang benar-benar patut diwaspadai.

Kades Rahtawu, HR Didik Aryadi, menyatakan dari pengalaman yang ada, kewaspadaan menghadapi situasi seperti itu tetap diperlukan. Langkah tersebut lebih ditekankan sebagai antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk.

TRENDING :  Kepala Desa Glonggong Lantik Tiga Perangkat Desa

”Kita semua tetap berharap kondisi baik-baik saja,” katanya, Senin (13/01/2019).

Menurutnya, warga sudah mewaspadai perubahan cuaca. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, mereka akan melakukan antisipasi jika terjadi hujan deras berkepanjangan.

Kades Rahtawu, HR Didik Aryadi,

”Sudah ada longsoran, tetapi skalanya masih kecil,” paparnya. Dia menyebut tumbuhnya sejumlah vegetasi di area rawan longsor dianggap hal yang baik. Dimungkinkan, akar vegetasi tersebut dapat lebih kuat menahan air dan tanah.

TRENDING :  LPJ Belum Selesai Dana Desa Tak Bisa Cair

Wilayah dengan sejarah tanah longsor mendapat penekanan tersendiri. Sekali lagi, pengawasan dan pantauan yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk membuka trauma warga yang pernah mengalaminya.

Justru, dengan berbagai kesiapan yang dilakukan diharapkan saat menghadapi kondisi sulit segala sesuatunya sudah siap dilakukan.

Perkembangan dan dinamika sekecil apapun di lapangan khususnya yang menyangkut potensi bencana diharapkan dapat langsung dikoordinasikan di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan instansi terkait.

”Kita berharap tidak terjadi hal-hal seperti tahun sebelumnya,” paparnya. Ditambahkan Camat Gebog, Bambang Gunadi, koordinasi pemerintahan desa dengan instansi terkait menyangkut antisipasi longsor dioptimalkan. Kepala Desa Rahtawu yang baru diharapkan mengoptimalkan pemetaan daerah yang rawan.

TRENDING :  Jepara Jadi Percontohan Pemetaan Desa Kartometrik

Di wilayahnya, secara khusus, wilayah yang berada di area perbukitan seperti Rahtawu atau Menawan mendapat porsi pengawasan yang lebih besar. Sejauh ini, pengawasan yang dilakukan membuktikan kondisi masih relatif aman.

Sebenarnya, warga yang bermukin di wilayah pegunungan sudah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dari gejala alam yang terjadi. Namun, antisipasi tetap diperlukan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :