Dapat Inspirasi di Masa Pandemi, Bisnis Peci dan Tas Karung Goni Ar-Rikna Hasilkan Cuan

oleh -561 kali dibaca
Bisnis peci dan tas dari karung goni laris di pasaran saat pandemi (foto:my)

Kudus, isknews.com – Awal tahun 2020 diakui menjadi masa-masa sulit bagi para pengusaha. Pasalnya, masa itu menjadi awal masa pandemi yang menjadi masa pergolakan dalam memasarkan produk mereka di pasaran. Terlebih, bagi para pelaku usaha yang mengandalkan toko offline sebagai lahan pasarnya.

Hal ini pun dirasakan oleh pengusaha busana muslim Ar-Rikna Kudus, Afrikhah Khulda (39 tahun). Merintis usaha sejak 2010 silam, juga mengakui bahwa masa pandemi menjadi masa tersulitnya selama menjalani bisnis. Bahkan, banyak stok barang di gudang miliknya yang tidak terjualkan.

Bisnis peci dan tas dari karung goni laris di pasaran saat pandemi (foto:my)

Meski begitu, pihaknya tidak berputus asa dan terus berinovasi agar bisa membangkitkan kembali usaha busana muslim miliknya. Di awal pandemi 2020 kemarin, Rika, sapaan akrabnya, bersama sang suami, mencoba mencari terobosan baru dan mendapatkan ide untuk menciptakan peci dari karung goni.

“Kita cari info-info, kira-kira inovasi apa yang bisa kita lakukan. Karena fashion kan mengikuti trend kan, dan kemarin kebetulan ada trend peci dari karung goni, lalu kita coba,” ujarnya.

Dengan modal nekat dan yakin, lanjut Rika, bisnis peci dari karung goni nyatanya ramai permintaan. Bahkan, diakui olehnya dalam sehari bisa mendapatkan pesanan hingga 500 peci per harinya.

“Saya kan punya reseller juga, jadi 500 peci bisa saya buat perhari untuk 30an reseller saya di Jawa maupun Luar Jawa,” tambahnya.

Untuk satu peci karung goni, dihargai mulai 20 ribu hingga 25 ribu rupiah.

Rika menyampaikan, modal yang dikeluarkan untuk membuat peci karung goni tidak begitu mahal. 1 lembar karung goni seharga Rp 3000, bisa menghasilakan 15-20 buah peci.

Menariknya, peci karung goni buatannya ini juga sempat dikenakan oleh Bupati Kudus HM Hartopo.

Bahkan, saat ini, pihaknya tengah berinovasi lagi dengan membuat tas dan baju dari karung goni. Tentunya, dengan menggandeng Ketua TP PKK Kudus sekaligus istri Bupati Kudus, Mawar Hartopo, sebagai Brand Ambasador-nya.

“Kita juga ada tas dari karung goni yang ternyata laku juga di pasaran,” tuturnya.

Untuk pembuatan tas sendiri, Kata Rika, membutuhkan 2 lembar karung goni. Design dan proses pembuatannya juga dilakukan oleh karyawannya sendiri yang berada di store Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, sudah ratusan distributor, agen, serta reseller yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa, yang telah bekerjasama dengannya untuk memasarkan produk Ar-Rikna.

Di masa pandemi pula, Rika mengakui bahwa pasar online sangat penting untuk lahan pemasaran produk. “Saya buka toko online pas masa pandemi, sebelum itu ya mengandalkan distributor dan reseller,” katanya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :