Dari Besi Tua, Siti Mampu Hasilkan Uang Ratusan Juta Rupiah Setiap Bulannya

oleh

Kudus ISKNEWS.COM – Sampah sering kali dikaitkan dengan sesuatu yang kumuh, kotor dan menjijikkan. Keberadaan sampah di tengah-tengah masyarakat sering kali menimbulkan masalah, yakni banjir, polusi udara, tempat perindukan binatang pengerat dan masalah kesehatan.

Siti (30) warga Desa Hadiwarno, tak pernah mengira jika bisnis rosok atau besi tua yang ia rintis dari tahun 2007, dapat menghasilkan pundi-pundi uang hingga ratusan juta setiap bulannya. Usahanya berawal dari pekerjaan sang suami sebagai pengepul besi tua dan sampah plastik.

“Dulu suami saya harus berkeliling ke rumah warga untuk mencari rosokan. Dari pekerjaan tersebut, uangnya kami sisihkan sedikit demi sedikit untuk membeli sebuah lahan di desa ini,” ungkapnya pada ISKNEWS.COM (16/1/2018).

Setelah membeli lahan tersebut, ia dan suaminya mulai membuat usaha jual – beli rosokan. Awalnya belum sebesar ini, hanya ada beberapa pengepul dan pemulung yang mau menjual rosoknya.

Seiringan waktu, kini sudah banyak pengepul dan pemulung yang menjual rosoknya pada Siti. “Saya bersaing dengan sehat, harga yang kami tawarkan juga menyesuaikan dengan harga di pasaran,” ungkapnya.

“Rosok yang masuk sebagian besar adalah besi tua dan sampah plastik. Untuk plastik terdiri dari beberapa kategori seperti plastik kemasan makanan dan minuman, kantong kresek, ember plastik dan plastik dari barang elektronik,” katanya.

Lanjutnya, “Rosok dari pengepul dan pemulung yang masuk, kami timbang. Kemudian kami lakukan proses pemilahan berdasarkan jenisnya. Untuk ember plastik dilakukan proses tambahan berupa pemotongan terlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses peleburan plastik di pabrik,”.

Tuturnya pada ISKNEWS.COM, “usaha menjual rosok sebenarnya memiliki prospek yang bagus. Akan tetapi banyak orang yang tidak mau menekuninya, karena beranggapan bahwa rosok adalah sesuatu yang kotor dan menjijikkan,”. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :