Dari Metode Jemput Bola Hingga Penyisiran Dari Rumah Ke Rumah Dukcapil Upayakan Semua Warga Miliki e – KTP

oleh

Kudus, isknews.com – Perekaman kartu tanda penduduk secara elektronik (e-KTP) hingga awal September 2017 sebanyak 595.881 orang dari jumlah wajib KTP sebanyak 612.321 orang.

Dengan demikian, persentasenya mencapai 97,32%, sedangkan warga yang belum melakukan perekaman sebanyak 16.440 orang atau 2,68%.

Untuk saat ini, jumlah tersebut tentu akan berkurang, karena pemohon perekaman KTP elektronik juga terus bertambah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo, masih menurutnya,  “ sementara ini, untuk periode 9 Mei hingga 5 Juni 2017, pencetakan kartu keluarga tercatat sebanyak 1.018 KK, akta kelahiran sebanyak 1.985 akta, dan 113 akta kematian,” tuturnya.

Untuk jumlah penduduk pindah keluar Kudus, tercatat sebanyak 42 pemohon, sedangkan penduduk pindah ke Kudus sebanyak 36 pemohon, dan cetak akta perkawinan masih nihil.

TRENDING :  Tingkatkan Kesejahteraan, Dispertanpangan Ajak Petani Bertanam Organik

Pada bulan lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah membagikan kurang lebih 4.000 blangko KTP elektronik, dari warga yang sudah melakukan perekaman.

Dibagikannya blangko KTP elektronik ini, dilakukan melalui distribusi di tingkat kecamatan. Warga bisa mengambilnya di masing-masing kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, warga ini menggunakan surat keterangan (suket), yang fungsinya sama dengan KTP elektronik. ”Suket tersebut bisa dilakukan penggantian. Dan kami sudah mendistribusikan semua KTP elektronik yang sudah jadi ke sembilan kecamatan yang ada,”  ujar Hendro.

Distribusi melalui kantor kecamatan ini, dinilai sebagai salah satu cara yang efektif untuk memberikan blangko KTP elektronik yang sudah jadi tersebut. Apalagi untuk wilayah yang terlalu jauh dari kantor dinas setempat.

TRENDING :  Ternyata Beginilah Asal Usul Desa Besito

Hendro mengatakan jika sejauh ini, pihaknya memang masih terus melakukan sosialisasi terkait pembuatan KTP elektronik tersebut. Termasuk menyisir warga yang belum memiliki dokumen kependudukan itu.

”Kami sudah melakukan upaya jemput bola, untuk menyisir warga yang belum memiliki KTP elektronik. Supaya mereka bisa segera mengurusnya. Ada juga yang kami rekam datanya langsung dengan program jemput bola ini,” jelasnya.

Armada khusus perekaman data, juga terus berkeliling ke semua wilayah yang ada di Kabupaten Kudus ini. Itu sebabnya, jumlah wajib KTP yang sudah melakukan perekaman, semakin banyak. Saat ini, kurang lebih masih ada 19 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

TRENDING :  Jejak Pasar Ngeprul di Desa Wates

Dikatakan Hendro, pembuatan KTP elektronik juga sangat mudah. Yakni hanya cukup dengan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK) yang mereka miliki. Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

”Yang jelas, kami terus melakukan penyisiran. Termasuk jemput bola, untuk melayani warga yang belum perekaman. Dan pada Desember nanti, warga yang belum melakukan perekaman bisa diperkecil,” imbuhnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :