Dari Rumah Warga ke Ruang Edukasi, KKN UMKU Hidupkan Budaya Sehat dan Jamu Lokal di Lereng Muria

oleh -299 Dilihat
Potret Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMKU saat melakukan pemeriksaan kepada salah satu pasien Lansia. (Foto: Dok. Mahasiswa KKN UMKU/istimewa)

Kudus, isknews.com — Rumah warga di Dusun Loji, Desa Piji, Kecamatan Dawe, mendadak berubah menjadi ruang belajar kesehatan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menghadirkan layanan skrining kesehatan gratis sekaligus edukasi pembuatan jamu herbal yang disambut antusias warga, Rabu (24/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB itu diikuti warga lintas usia. Mereka memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat sebagai langkah awal deteksi penyakit degeneratif yang kerap muncul tanpa gejala.

Program kerja tersebut dikoordinatori oleh Hanif, mahasiswa Program Studi Farmasi UMKU. Di bawah koordinasinya, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keamanan, kebersihan, serta pendekatan edukatif yang mudah dipahami masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membantu warga melakukan deteksi dini kondisi kesehatan, sekaligus memberikan edukasi tentang pemanfaatan tanaman herbal yang ada di sekitar Desa Piji agar bisa diolah menjadi jamu yang aman dan bermanfaat,” ujar Hanif.

Tidak hanya pemeriksaan medis sederhana, mahasiswa KKN juga mengajak warga mengenali potensi tanaman herbal lokal. Edukasi disampaikan secara aplikatif melalui praktik langsung pembuatan jamu herbal, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan yang benar, hingga teknik penyajian yang higienis.

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa membagikan leaflet berisi informasi jenis tanaman herbal, manfaat kesehatan, serta langkah-langkah pembuatan jamu. Leaflet tersebut diharapkan menjadi panduan praktis agar warga dapat memproduksi jamu secara mandiri sebagai bagian dari pola hidup sehat keluarga.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga aktif bertanya, berdiskusi, hingga mencicipi jamu herbal hasil racikan mahasiswa KKN. Antusiasme terlihat dari keterlibatan warga sepanjang kegiatan berlangsung.

Salah seorang warga Dusun Loji, Aminah (40), menilai kegiatan tersebut sangat membantu dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain bisa cek kesehatan tanpa harus ke fasilitas medis, kami juga belajar cara membuat jamu sendiri dari bahan yang ada di sekitar rumah,” kata dia.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UMKU berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kesehatan sekaligus menghidupkan kembali pemanfaatan pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal sebagai pendukung kesehatan masyarakat desa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :