Datang dari Mimika hingga Pekanbaru, Perjuangan Anak-anak Ini Demi Satu Mimpi: PB Djarum

oleh -283 Dilihat
Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 berlangsung di GOR Djati, Kudus, pada 9-13 September 2026. Sebanyak 1.601 pebulutangkis muda berjuang untuk mendapatkan Super Tiket dan melangkah ke babak selanjutnya untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus menjadi atlet binaan PB Djarum. (Foto: Istimewa/PB Djarum)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Perjalanan panjang dari berbagai penjuru Indonesia berakhir di GOR Djarum Jati, Kudus. Ada yang datang dari Pekanbaru, ada pula yang menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Mimika, Papua Tengah. Mereka datang dengan tujuan yang sama: mengejar mimpi menjadi atlet PB Djarum.

Sebanyak 1.601 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus yang berlangsung pada 9 hingga 13 September 2026. Ribuan pebulutangkis muda itu berlaga untuk memperebutkan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dalam pembinaan PB Djarum.

Salah satu peserta yang menunjukkan semangat pantang menyerah adalah Austin Christian asal Pekanbaru. Austin tercatat sudah dua kali mengikuti proses seleksi Audisi Umum PB Djarum, yakni di Pekanbaru dan kini kembali mencoba peruntungan di Kudus.

Perjalanan dan persaingan ketat tidak menyurutkan tekadnya. Austin mengaku memiliki mimpi besar untuk menjadi bagian dari salah satu klub bulutangkis terbaik di Indonesia.

“Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding karena aku ingin menjadi juara dunia,” katanya.

Tekad Austin mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Bambang Suri Widodo. Meski harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya yang tidak sedikit, Bambang meyakini setiap proses yang dilalui putranya akan menjadi pengalaman berharga.

Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah membangun mental, ketenangan dan pengalaman bertanding.

“Kami ingin dia memiliki jam terbang dan melewati proses panjang ini. Saya selalu berpesan, jangan pikirkan menangnya dulu, tetapi bagaimana bisa tenang di lapangan,” ujarnya.

Perjuangan serupa dilakukan Siti Athiyyah Salsabila. Bersama sang ayah, Hasan Samiun, pebulutangkis muda ini datang dari Mimika, Papua Tengah, untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.

Perjalanan jauh itu bahkan telah dipersiapkan secara matang. Siti dan keluarganya sengaja tiba di Kudus sejak dua minggu sebelum pelaksanaan audisi agar dapat menyesuaikan kondisi dan tampil maksimal.

“Kami berprinsip datang ke Kudus tidak bisa setengah-setengah. Mental, ketahanan dan teknik bermain harus benar-benar dipersiapkan,” kata Hasan.

Siti yang mengikuti seleksi kategori KU-11 berhasil lolos pada tahap screening. Ia mengaku senang bisa bertanding melawan peserta dari berbagai daerah dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai pengalaman untuk mengukur kemampuan.

“Aku tak gentar dan ingin terus bertanding. Aku akan berlatih keras untuk bisa jadi penerus prestasi Susi Susanti,” ujar Siti.

Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus sendiri menjadi salah satu ajang pencarian bibit pebulutangkis muda dari berbagai daerah. Peserta terbagi dalam kategori U-11, KU-11 dan KU-12, baik putra maupun putri.

Setelah melewati tahap screening, peserta akan melanjutkan perjuangan pada fase turnamen. Mereka yang berhasil meraih Super Tiket akan mendapatkan kesempatan mengikuti tahap karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum.

Namun, mendapatkan Super Tiket bukan akhir perjuangan. Selama masa karantina, para peserta akan menjalani kehidupan sebagai calon atlet dan mendapat penilaian mulai dari kedisiplinan, teknik hingga kualitas permainan.

Bagi Austin, Siti dan ribuan peserta lainnya, perjalanan menuju Kudus mungkin hanya awal. Di balik raket dan keringat yang tercurah di lapangan, mereka membawa mimpi besar yang sama.

Dari Mimika hingga Pekanbaru, dari berbagai penjuru Nusantara, anak-anak itu datang ke Kudus untuk membuktikan satu hal: mimpi menjadi atlet PB Djarum layak diperjuangkan, sejauh apa pun perjalanan yang harus ditempuh. (YM/YM)