Demo Lukis Kaligrafi Kontemporer, Para Kaligrafer Do’a Bersama Untuk Indonesia

oleh -173 Dilihat
Demo Lukis Kaligrafi Kontemporer, Para Kaligrafer diajak do’a bersama untuk Indonesia

Kudus, ISKNEWS.COM – Pimpinan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Kabupaten Kudus, Muhammad Assiry mengajak ratusan kaligrafer untuk mendoakan Negara Kesatuan Reblpublik Indonesia (NKRI).

Para kaligrafer usai mengikuti workshop diajak berdoa untuk bangsa melalui demo kaligrafi batik dan lukis kaligrafi kontemporer. “Saya ajak para kaligrafer peserta workshop yang sebagian besar diantaranya santri PSKQ Kudus untuk mendoakan NKRI,” ujarnya dihadapan awak media.

Dikatakan Assiry, Masing-masing dari mereka mengecat dengan ratusan kanvas yang telah disediakan. Cat warna merah, biru, kuning, hijau dan perpaduan penggabungan warna akan menghasilkan warna baru yang artistik.

Pimpinan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Kabupaten Kudus, Muhammad Assiry saat demonstrasi lukis kaligrafi dengan kedua matanya ditutup. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Saat kedua matanya ditutup dengan kain untuk demo melukis Kaligrafi kontemporer, pemandangan mencengangkan juga terlihat waktu itu. Para kaligrafer dibuat terkejut dengan tingkah tangan Assiry yang sangat lihai menari-nari melukiskan beberapa percikan yang membentuk tulisan arab.

رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

Rabbi ij’al haadzaa lbalada aaminan wajnubnii wabaniyya an na’buda l-ashnaam

Artinya : “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Dalam ayat tersebut, Assiry mengajak para kaligrafer dan santrinya untuk mendo’akan Bangsa Indonesia supaya aman. Dimana isu hoax, fitnah yang membuat kisruh bangsa ini sedang terjadi dimana-mana. “Apalagi tahun ini tahun politik,” tandasnya.

(Berdiri jas hitam) Ustadz Assiry Pimpinan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Kudus bersama Ansar Basuki Balasik (sang owner batik Angsoran Cilacap), saat memberikan arahan saat workshop kaligrafi batik. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Assiry berpendapat bahwa berbeda dalam menentukan pilihan pemimpin negara itu hal yang biasa, karena apalagi Indonesia merupakan Negara Demokrasi. “Intinya, beda pilihan boleh asal rukun, jangan sampai persaudaraan pecah atau renggang gara-gara beda pilihan politik.” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :