Dengan Jasa 10 Persen, Warga Kudus Bisa Tukarkan Uang di Tepi Jalan

oleh -889 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di sepanjang jalan Sunan Kudus hingga Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus. Jasa penukaran uang ini memang biasa diburu warga Kudus saat mendekati Hari Raya Idhul Fitri, untuk nantinya dibagi-bagikan kepada anak-anak tepat di hari lebaran.

Salah satu penyedia jasa tukar uang di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus

Menariknya, warga Kudus lebih memilih jasa penukaran uang baru di tepi jalan dibanding datang ke bank. Hal ini, lantaran pelayanan cepat dan tidak mengantre. Apalagi jasa penukaran uang di tepi jalan tak ada batasan uang yang akan ditukarkan.

Adapun, Pecahan uang baru yang disediakan jasa penukaran uang bervariasi. Di antaranya, mulai dari nominal Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000.

Sebagai pengganti jasa penukaran uang, pengguna jasa dikenai biaya sepuluh ribu rupiah setiap kelipatan seratus ribu rupiah.

Menurut Sugiyarti (43) mengungkapkan, setiap tahun menjelang lebaran dirinya selalu menjadi penyedia jasa penukaran uang. Dia melakukan hal tersebut dimulai sejak 2014 dan kini sudah 7 kali menjadi penyedia jasa penukaran uang baru. Menurutnya, yang paling ramai itu saat H-1 lebaran.

“Kalau H-1 lebaran biasanya ramai. Pernah paling banyak itu bisa melakukan penukaran hingga 17 juta di hari itu,” beber wanita paruh baya yang akrab disapa Bu Har itu,

Minat pengguna jasa penukaran uang terbilang ramai, hanya saja tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu. perhari bisa melayani hingga sepuluh orang dengan jumlah uang yang beragam.

Omzet jasa penukaran uang di Kabupaten Kudus, dalam sehari kini hanya Rp 10 juta. Jumlahnya menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya mengingat Idul Fitri tahun ini madih dirayakan di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

“Omzet sehari Rp 10 juta memang tergolong kecil, karena tahun lalu bisa mencapai Rp 20-an juta sehari,” kata Agung, salah satu penyedia jasa tukar uang di Jalan Sunan Kudus, di Kudus

Sementara itu, Nono (51 tahun) penyedia jasa penukaran uang lainnya mengakui saat ini memang sepi. Omzet perhari mendapatkan omzet Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Kalau mendekati H-1 Lebaran, bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” lanjutnya.

Meskipun mengetahui di tengah pandemi Covid-19 bakal sepi penukaran, warga asal Kota Semarang itu mengaku tetap beradu peruntungan di Kudus untuk menjadi penyedia jasa penukaran uang baru.

“Keuntungannya juga lumayan karena setiap penukaran mendapatkan keuntungan 10 persen,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Kamis (7/05), masih banyak penyedia jasa penukaran uang baru. Bahkan dua pekan yang lalu sudah bermunculan hingga di kawasan Alun-alun Kudus. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :