Dengarkan Arahan Bupati, 22 Pengusaha Perahu Wisata Logung Sedia Tutup Sementara Usahanya

oleh
Bupati Kudus HM Tamzil saat berdialog dan memberikan arahan kepada para pengusaha perahu wisata di Bendungan Logung (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pariwisata siang tadi mengumpulkan puluhan pengusaha perahu wisata yang selama ini beroperasi di perairan Bendungan Logung guna mendengar langsung arahan Bupati Kudus terkait kegiatan mereka yang harus secepatnya dihentikan karena Pengelola Bendungan Logung akan segera mengosongkan air di Bendungan tersebut.

“Jadi saudara semua harus menghentikan kegiatan operasional perahu wisata selama 3 bulan masa pengurasan lalu di isi kembali yang juga diperkirakan perlu waktu tiga bulan, sehingga baru awal tahun 2020, bendungan Logung bisa di aktifkan kembali,” ujar Bupati, Rabu (19/06/2019).

Selain belum memiliki izin dan perahunya belum standar, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Provinsi Jateng akan melakukan kegiatan pemeliharaan bendungan untuk proses sertifikasi.

‘’Selama istirahat, saudara akan kami ajak studi banding ke wisata Waduk Jatibarang Semarang. Disana (Waduk Jatibarang, red) akan melihat sistem pengelolaannya dan perahu yang sesuai standar kementerian perhubungan,” paparnya.

TRENDING :  Halal Bihalal Dan Pamitan Jelang Purna Tugas Anggota DPRD Kudus

Didampingi oleh Kades Kandangmas Dawe Kudus, Shofwan, sebanyak 22 pengusaha wisata perahu yang sebagian besar warga Desa Kandangmas dan tergabung dalam kelompok Bergat Logung Jaya (BLJ) mengaku pasrah, jika Pemkab Kudus akan menutup lokasi wisata yang baru dibuka dua bulan ini. Mereka sepakat bersedia menghentikan sementara kegiatannya sesuai arahan bupati.

Hal itu seperti diungkapkan salah satu pemilik perahu, dalam dialog pada rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Kudus Muhammad Tamzil di kantor balai Desa Kandangmas Kecamatan Dawe dengan Bupati yang didampingi Sekdin Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan dan Camat serta unsur Muspika.

Puluhan Perahu Wisata Bendungan Logung yang harus di grounded sambil dilakukan sertifikasi sepesifikasi perahu oleh Kementerian Perhubungan (Foto: YM)

Marsidi yang mewakili mereka pada dialog tersebut mengungkapkan, sesungguhnya mereka yang sebelumnya adalah para petani kini sedang mencoba melakukan alih usaha akibat lahan mereka yang kini terendam air bendungan.

TRENDING :  Tamzil Lantik 57 Pejabat Administrator Baru, "Saya Suka Yang Turun Ke Lapangan"

‘’Tak apa-apa sekarang kami disebut sebagai pengusaha, sesungguhnya kami siap mengikuti aturan yang berlaku. Kami juga minta arahan dan pembinaan dari Pak Bupati,” kata Marsidi.

Sementara usai dialog, Bupati Kudus Muhammad Tamzil beserta rombongan melangkah menuju lokasi dermaga perahu wisata yang lokasinya berada di dukuh Bergat tak jauh dari lapangan Desa Kandangmas.

Di lokasi penambatan perahu-perahu wisata itu bupati berjanji akan segera melakukan penataan lokasi wisata di sekitar Bendungan Logung. Tahun ini, Disbudapar Kudus akan membuat perencanaan penataan wisata Waduk Logung untuk Zona 1 dan Zona 4. Sedangkan proses pembangunannya, baru akan dimulai pada 2020 mendatang.

TRENDING :  Bupati Kudus: Kita Akan Kembalikan Kejayaan Persiku

‘’Nanti tidak hanya perahu saja, tapi ada warung atau pedagang kaki lima (PKL). Tempat parkirnya juga akan kita tata,” tambahnya.

Tahun depan, sambung Tamzil, yang pertama kali dibangun adalah jalan menuju dermaga, tempat parkir dan dermaga wisata perahu logung. Selain itu, akan dibuatkan sejumlah fasilitas lain penunjang tempat wisata, seperti toilet dan musala. Adapun waktu pembangunannya, ditargetkan akhir 2020 sudah tuntas.

Tidak hanya itu, lanjutnya, para pemilik perahu tersebut juga akan diikutkan pelatihan Search and Rescue (SAR) dan pelatihan mengemudi kapal. Jika semua sudah siap, wisata perahu Bendungan Logung akan dibuka kembali dan akan dikelola oleh masyarakat Kandangmas dan Pemkab Kudus.

‘’Mungkin sebelum lebaran tahun depan bisa dibuka lagi,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :