Desa Setrokalangan dan Goleng Jadi Kawasan Pengembangan Tanaman Melon

oleh -676 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus terus menelorkan program unggulan. Setelah beberapa desa ditetapkan sebagai kawasan buah-buahan, hortikultura dan tanaman pangan, kali mencetuskan Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu dan Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati sebagai kawasan pengembangan tanaman melon dan cabai.

Hal ini diungkapkan Kepala Dispertan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto saat menghadiri panen melon di hamparan Poktan Karono Tirto Desa Setrokalangan bersama para penyuluh pertanian BPP Kecamatan Kaliwungu, Jumat (21/05/2021).

Sebagai gambaran, hamparan Setrokalangan dan Goleng saat musim hujan dengan kuantitas tinggi menjadi langganan genangan banjir. Namun, berkat kehadiran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus dengan bantuan pompa air maka waktu genangan bisa dipercepat sehingga petani segera melakukan tanam.

“Alhamdulillah, kehadiran kami (dengan bantaun pompa air) bisa memberikan manfaat. Dengan biaya operasional BBM yang tidak terlalu tinggi, tapi manfaat yang dimasyarakat petani sangat banyak. Dengan percepatan tanam melon, maka biaya BBM Rp 5,7 juta jadi tidak terasa ,” kata Catur Sulistiyanto saat ditengah-tangah tanaman melon.

Sementara itu, Subroto, ketua Poktan Karono Tirto, menceritakan bahwa pada lahannya setelah air surut langsung melakukan tanam. Dengan biaya Rp 17 juta ditambah biaya pemupukan dan tenaga kerja menghasilkan panen Rp 47 juta. Sehingga keuntungan bersih Rp 20 juta saat akhir bulan Ramadlan. Bahkan pada lahan yang lebih luas didekatnya memperoleh hasil panen mencapai Rp 100 juta dengan biaya tanam sekira Rp 35 juta-an.

“Masa tanam dua bulan, kita dapat Rp 20 juta bersih. Alhamdulillah. Dan hampir semua petani merasakan keuntungan serupa. Malah itu yang sebelah juga sudah ditanami cabai setelah panen melon. Manfaat bantuan pompa air dari Dinas sangat baik kami rasakan ,” ungkap Subroto.
Panen melon dan cabai dari para petani langsung dibeli oleh pedagang untuk dikirimkan ke Jakarta. Sehingga petani tidak mengalami kesulitan paska panen.

Nah, melihat kondisi dan potensi tersebut maka Kepala Dinas Pertanian dan Pangan langsung mencetuskan bila desa Setrokalangan sebagai kawasan Melon dan Cabai.

Terobosan Kepala Dinas yang selalu hadir ditengah-tengah petani ini disambut gembira para petani anggota poktan Karono Tirto. Sekaligus juga “menodong” memohon adanya fasilitasi mesin Cultivator. Alsintan ini sebagai upaya untuk mempercepat pengolahan lahan dan solusi efisiensi tenaga mencangkul. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :