Desa Tegal Sambi Jepara Membara

oleh -1,092 kali dibaca

image

Jepara,2/5 isknews.com – Suasana Desa Tegal Sambi, Jepara, Jawa Tengah Senin malam selasa 2 mei semarak dengan digelarnya tradisi tahunan perang obor. Setelah dibuka dengan doa, obor yang dibuat dari pelepah kelapa itu disulut dengan api dan  perang pun dimulai.

Dalam acara tersebut Tidak ada istilah kawan atau lawan, peserta bisa menyerang siapa saja peserta lainnya.

Perang obor ini berlangsung sekitar 1 jam atau setelah semua pelepah kelapa habis terbakar. Untuk mengobati peserta maupun penonton yang mengalami luka bakar, panitia telah menyediakan obat berupa ramuan dedaunan yang telah diberi minyak kelapa.

Meski tidak sedikit yang mengalami luka bakar, para peserta mengaku tidak kapok untuk ambil bagian dalam perang obor. Setelah perang obor usai pun tidak ada dendam di antara para peserta.

image

Menurut keterangan salah satu peserta perang obor Rosul mengatakan” acara perang obor ini adalah acara tahunan, namun menurut saya pribadi perang ibor tahun ini kurang meriah karna ikatan pelepah kelapa (blarak) patah patah ” ungkapnya

Tradisi perang obor ini konon bermula dari peristiwa petaka yang menimpa Desa Tegal Sambi. Kala itu salah seorang bernama ki babatan mempunyai banyak hewan ternak yang di percayakan kepada ki gemblong untuk merawatnya, namun ternyata saat hewan ternak milik ki babatan di tinjau ke kandangnya, ternyata hewan ternak miliknya banyak yang mati dan kurus tak terawat.ketika hendak dimintai pertanggung jawaban kepada ki gemblong, ternyata dengan santainya ki gemblong membakar ikan dipinggir sungai dan tak menghiraukan hewan ternak yang dititipkan ki babatan pada dirinya hingga ahirnya membuat ki babatan marah dan naik pita. ahirnya ki babatan mengambil pelepah kelapa dan disulut api dan di pukulkan kepada ki gemblong dengan maksud memberi pelajaran agar ki gemblong bertanggung jawab, namun malah ki gemblong melawan dengan menyulut api yang sama dan ahirnya mereka saling serang dan saling pukul.

Sejak saat itu, perang obor tumbuh menjadi tradisi yang digelar setiap tahun. Tradisi unik ini digelar bersamaan dengan sedekah bumi sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rizkinya. Kegiatan ini cukup berbahaya dan tidak untuk ditiru di rumah tanpa pengawasan ahlinya.

#Team

KOMENTAR SEDULUR ISK :