Kudus, isknews.com – Dalam rangka memeriksa dan memantau kesehatan warga binaan, Rutan Kelas IIB Kudus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melaksanakan penyuluhan dan screening kesehatan kepada warga binaan pemasyarakatan dan petugas yang bertempat di aula Rutan Kudus, Selasa (28/9/2021)
Sebanyak 128 warga binaan yang mengikuti pemeriksaan tersebut diperiksa oleh beberapa petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus yang dimulai sejak pukul 08.30-10.30 WIB. Pemeriksaan tersebut meliputi tekanan darah, pemeriksaan gula darah, screening tubercolusis (TBC), serta tidak lupa screening penyakit HIV.
Menurut Kepala Rutan Kudus Suprihadi, hasil pemeriksaan akan digunakan sebagai data untuk melakukan evaluasi kesehatan warga binaan dan ditindak lanjuti dengan merujuk warga binaan yang memiliki masalah kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut nantinya.
“Di Rutan Kudus sendiri beberapa kali ada warga binaan yang sakit ringan. Alhamdulillah selama ini kami bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik. Mengenai kerjasama screening kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kudus, merupakan bentuk tindakan preventif Rutan Kudus dalam pencegahan penyakit menular maupun tidak menular”, ungkap Suprihadi.
Lebih lanjut Suprihadi menerangkan, pelaksanaan pemantauan kesehatan bagi warga binaan diharapkan dapat dilakukan secara rutin dengan bentuk kerjasama ini. Hal ini dimaksudkan agar warga binaan benar-benar memiliki kesehatan yang baik dan seandainya mempunyai permasalahan kesehatan dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga bisa ditangani dengan cepat. Diharapkan dengan kesehatan yang terjaga, warga binaan bisa mengikuti program pembinaan dengan lebih sehat dan sia.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Kudus, Nuryanto mengatakan bahwa kegiatan ini tidak lain untuk memutus mata rantai penyakit Sipilis, Hepatitis dan HIV AIDS, khususnya dalam hal ini untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan kelas IIB Kudus.
“Sebagai upaya deteksi dini, kita lakukan penyuluhan mengenai triple eliminasi sekaligus kegiatan skrining sipilis, Hepatitis dan HIV AIDS kepada warga binaan,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Selain dilakukan ke warga binaan, DKK juga mendeteksi dini kepada petugas rutan, untuk skrining penyakit tidak menular, pengukuran tekanan darah, kolestrol dan penyakit gula (diabetes militus)
“Ini merupakan kesempatan pihaknya setelah hampir 2 tahun, dari maret 2020 telah di maksimalkan untuk covid-19, Nah setelah PPKM level 2 untuk Kudus, kita mencoba untuk mendekat ke masyarakat, berkegiatan awal setelah pandemi selain penyakit covid, baik secara umum di kudus dan khususnya warga binaan Rutan Kudus,” paparnya.
Nuryanto berharap hal ini bisa berkesinambungan kedepannya, “Semoga tidak hanya hari ini, tapi bisa berlanjut kedepannya,” pngkasnya. (AJ/YM)






