Dewan : Warung Makan Boleh Berjualan Siang Hari Selama Ramadan Asal Ada Penyekatnya

oleh -1,088 kali dibaca

Kudus, isknews com – Komisi B DPRD Kudus menggelar rapat koordinasi menjelang datangnya bulan suci ramadan, bersama Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BPMPPT, dan Satpol PP Kabupaten Kudus, di ruang rapat Komisi B DPRD Kudus, Jumat (3/6).

image

Salah satu yang menjadi pembahasan dalam rapat tersebut perihal warung makan yang buka pada siang hari, yang selama ini masih menjadi pro kontra di masyarakat. Ada yang mengusulkan dilarang berjualan pada siang hari selama ramadan, ada juga yang tetap menginginkan diijinkan buka dikarenakan tidak semua orang berpuasa.

Dalam rapat itu diputuskan tidak akan ada penindakan kepada warung yang buka pada siang hari selama ramadan, hanya saja dewan meminta kesadaran para pedagang agar memberikan sekat atau penutup agar tidak kelihatan dari jalan. “Biar sama-sama menghormati baik yang puasa maupun yang tidak,” kata salah seorang anggota Komisi B DPRD Kudus Noor Hadi.

Kalau dilarang berjualan, lanjutnya, nanti kasihan para pedagang kehilangan pemasukan. Kita ambil jalan tengah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Tapi kalau masih bandel tidak memasang penutup di warungnya ya ditindak saja. Nanti pihak terkait dalam hal ini Satpol PP yang akan memberikan sangsi tegas apabila ada pedagang yang membandel,” ujarnya

Sementara itu Kepala Sapol PP Kudus Abdul Halil mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap warung makan yang buka pada siang hari selama ramadan tidak menggunakan penutup. Hal itu dilakukan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, agar lebih khusuk dan tidak merasa terganggu.

Menurut dia, di Kudus terdapat banyak warung makan di hampir semua jalan yang buka pada siang hari. Usaha ini dijalani sebagai mata pencaharian yang bisa jadi menjadi tulung punggung keluarga. Karena itu penertiban yang dilakukan tidak dengan menutup warung makannya, karena dengan demikian akan menyebabkan sumber penghasilan mereka akan terganggu, padahal mereka harus tetap menghidupi keluarganya .

Dia mengungkapkan, tidak semua warung makan yang buka pada siang hari itu, baik penjual maupun pembelinya itu muslim karena di Indonesia ada banyak agama. Selain itu ada juga warung makan di tempat tertentu yang melayani masyarakat yang sedang bepergian jauh, diperbolehkan tetap berjualan di siang hari, namun dengan syarat diusahakan orang yang sedang jajan, agar tidak kelihatan dari luar.

“Bisa dengan cara memasang tirai pada pintu warung atau menggunakan penutup lainnya yang tidak bisa dilihat dari jalan. Kami mengimbau adanya kerja sama dan saling menghormati dari semua pihak, termasuk pemilik warung makan, sehingga kaum muslimin di Kudus bisa menjalankan ibadah puasa, dengan tenang, khusuk dan nyaman,” tambahnya. (MK/DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :